Karena bulan ini adalah bulan Ujian Akhir Semester di kampus saya, ingin rasanya membahas sesuatu yang berkaitan dengan dunia perkuliahan. Sepertinya menarik untuk mengetahui sebetulnya apa saja sih yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi S3 waktu mereka masih menjadi calon doktor?
Buat sebagian besar orang Indonesia pastinya udah kenal dengan tokoh hebat seperti Pak B.J. Habiebie (Prof. DR (HC). Ing. Dr. Mult. Bacharuddin Jusuf Habiebie), dan Bu Sri Mulyani (Sri Mulyani, S.E., M.Sc., Ph.D) yap jadi mereka adalah dua contoh dari banyak tokoh hebat di Indonesia yang mengenyam pendidikan hingga S3. Tapi pernah gak sih terlintas dipikiran, mahasiswa/i S3 itu ngapain aja ya kerjaannya waktu mereka kuliah? Terus kenapa juga harus kuliah sampai S3? Emangnya beda antara kuliah S1, S2, hingga S3?
Ringkasnya S3 adalah level tertinggi yang dapat kita raih ketika mempelajari suatu bidang di perguruan tinggi, di S3 sendiri mahasiswa dan mahasiswinya tidak lagi berkuliah seperti ketika S1 dan S2, dimana fokus mereka adalah menemukan suatu masalah di bidang yang sedang didalami, menelitinya secara mendalam, dan tentunya mencari solusi dari permasalahan tersebut. Hasil penelitian tersebut nantinya akan dirangkum dalam bentuk disertasi dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum, misalnya seorang perencana membuat kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat berpendapatan rendah (MBR) di Indonesia.
Ide-ide tersebutlah yang banyak berpengaruh dengan perkembangan kemajuan di negeri kita tercinta ini, semakin banyak para pembelajar yang mendalami ilmunya dan mau membagikannya, semakin besar pula kemungkinan inovasi-inovasi baru bermunculan. Jadi ayo kita belajar setinggi-tingginya, untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dan membangun bangsa. Ingatlah pepatah yang mengatakan belajarlah hingga ke negeri Cina, yang menyiratkan pesan bahwa belajarlah kemanapun meski sejauh apapun ilmu itu berada, namun satu hal yang penting yaitu jangan lupa kembali untuk mengabdi pada negeri!
Meski kita belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan, jangan pernah berputus asa karena ilmu dapat raih dimana saja, yang perlu diingat bahwa ilmu adalah investasi masa depan kita dan dunia, maka jangan pernah sekalipun bosan untuk menuntut ilmu meski seberat apapun itu. Bukankah berlian itu terbentuk karena tingginya tekanan? Bukankah juga mutiara itu terbentuk karena adanya luka dan iritan? Semoga bermanfaat, salam damai!
Sumber: Gimags