Photo Mustafa Woyla
Sungguh penghormatan yang tiada Tara dari Panitia Tabliq Akbar Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem Darussalam Aceh Besar, Provinsi Aceh, mengundang saya untuk bisa menghadiri Tabliq Akbar bertema “Dari santri Aceh untuk Indonesia” serta berkesempatan bertemu dan berdialog secara khusus dengan Ulama yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. KH. Zainul Majdi, LC, MA, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) pada tanggal 02 Maret 2018 beberapa hari yang lalu.
Selesai kegiatan Tabliq, saya diberi kesempatan untuk berbincang bincang dengan Ulama Muda Indonesia, serta penghafal Al Qur'an 30 Juhz ini diruang Pimpinan Dayah Darul Ihsan. Dialog saya dengan TGB hanya seputar keberadaan koleksi pribadi Manuskrip Aceh yang terjaga yang sangat baik.
Photo Mustafa Woyla
TGB begitu tertegun dan terkesima mendengar penjelasan saya tentang keberadaan Karya Ulama Besar Aceh yang menjadi buah pena keilmuan sampai sekarang yang tidak tergantikan ini. Namun pada sisi lain beliau merasa prihatin bahwa manuskrip ini ditakutkan cara penyimpanannya diluar standar literasi kuno seperti yang diharapkan oleh Lembaga yang khusus menangani ini. Beliau berpesan kepada saya agar dipertahankan keberadaannya dan merawat fisik keuzurannya.
Yang sangat beliau sesalkan, bahwa tiada waktu yang luang untuk bisa melihat langsung koleksi tersebut, namun untuk memenuhi harapan itu, Insya Allah lain kesempatan TGB datang secara khusus ke Aceh untuk melihat Guratan asli tinta Ulama ini.
Semoga.....!!!
Photo Mustafa Woyla