Sore ini sempat disibukkan saling balas pesan di satu WAG alumni. Bahasan utama menu seafood Ramadan, hahah. seorang teman mengirim satu foto menu berbahan dasar udang yaitu udang ketak. Hebohnya, bentuk udang sedikit aneh , pipih, tak lancip ekor, bahkan kepala dan ekor mengembang bak kipas. di sini di Aceh , jenis itu sering kulihat dibuang dan dibiarkan tersangkut di jaring nelayan. bahkan aku sempat mendengar penjelasan seorang nelayan, katanya itu udang pipis alias Udueng I'ek, tak boleh dimakan.
Sebuah artikel tentang binatang laut menyebutkan Ketak nama ilmiah Thenus Orientalis. Ordo Dekapoda yang menghuni hampir seluruh lautan di bumi. tak terkecuali di samudra Hindia.
Faktanya Ketak atau udang sandal, malah ada yang sebut udang kipas , sejak lama sudah menjadi komoditi ekspor. bahkan ada yang membudidaya. harganya malah diatas harga rata-rata jenis udang lain.
Seorang teman berdalih, Ketak lebih nikmat dari lobster pada umumnya. dagingnya lebih lembut, lebih gurih jika di bakar atau sekedar digoreng.