Foto: Jean Demmeni/Universiteit Leiden
Foto di atas memperlihatkan sebuah masjid di Padang Lua, Agam, Sumatera Barat sekitar tahun 1911. Dipotret oleh Jean Demmeni, seorang fotografer keturunan Perancis-Madura yang menetap di Sumatera Barat dan arsipnya disimpan oleh Universitas Leiden di Belanda.
Masjid ini masih menggunakan arsitektur khas bangunan Nusantara yaitu atap berbentuk limas dan berundak. Tiga undakan merepresentasikan iman, Islam, dan ihsan. Masjid-masjid yang berdiri di Pulau Jawa pun menggunakan bentuk atap yang sama. Walau demikian, masjid ini sudah memiliki menara yang dipengaruhi arsitektur Timur Tengah.
Ketika bangsa Turki melakukan ekspansi budaya dan memperkenalkan kubah, masjid-masjid di Nusantara pun mulai berubah menggunakan kubah sebagai atapnya. Bahkan penggunaan kubah seakan wajib bagi sebuah masjid.
Penggunaan atap limas berundak masih dapat kita jumpai di beberapa masjid tua yang masih mempertahankan arsitektur aslinya. Beberapa masjid baru pun terkadang masih menggunakan atap ini seperti masjid-masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila milik Presiden Soeharto yang biasa kita temukan di komplek perumahan instansi pemerintah.