Penetapan Barus sebagai kilometer nol peradaban islam nusantara yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2017 dinilai akan merusak tatanan sejarah yang telah lama tercetak pada setiap buku-buku wajib sekolah.
Sejak dulu mulai dari SD, SMP, SMA bahkan jenjang perguruan tinggi telah tetulis jelas bahwa Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Samudera Pasai (Aceh Utara), pada kebanyakan buku tersebut demikian, namun ada beberapa yang menilai bahwa bukan Pasai pusat masuknya islam di Nusantara melainkan Peureulak (Aceh Timur).
Hal itu tentunya tidak perlu diperdebatkan, pada intinya Wilayah Aceh adalah pusat peradaban islam pertama kali di nusantara bahkan sampai ke Asia Tenggara.
Namun dengan ditetapkannya barus, Tapanuli Tengah sebagai kilometer nol peradaban islam tentu sejarah yang kemudian akan diajarkan kepada para murid setelah ditetapkan itu akan kembali diralat, sehingga akan merusak sejarah yang selama ini telah diajarkan, dengan mengajarkan sejarah baru yang ditetapkan oleh Presiden RI tersebut.