Assalamualaikum Steemian semua, semoga semuanya ada dalam lindungan Allah Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah postingan saya yang pertama setelah sesi perkenalan.
Sumber : hipwee.com
Steemean, saya menuliskan judul sperti itu di atas bukan untuk mengurui atau merasa lebih bisa bersabar. Karena saya yakin sabar adalah ilmu tingkat tinggi, hanya orang-orang tertentu yang mampu memilikinya. Akan tetapi apa salahnya jika kita melatihnya setiap saat. Siapa coba yang tidak mau punya sifat luar biasa yang satu ini?
Berangkat dari pengalaman pribadi saya, dimana pernah merasa direndahkan dan dilecehkan. Mendapat fitnah bahwa saya memiliki tujuan menghancurkan Lembaga yang notabene tempat tersebut adalah tempat bekerja saya, tepat saya mendapatkan kehidupan. Saya dijauhkan dari orang-orang yang menyayangi saya, dibisikanlah berita-berita yang sebetulnya sama sekali tidak saya lakukan kepada mereka. Sehingga muncul berbagai reaksi dari mereka kepada saya. Ada yang merespon dengan kebencian karena terhasut oleh sekelompok orang yang tidak menyukai saya, ada pula yang tetap setia menyemangati dan membela karena mereka memang kenal betul siapa saya.
Sakit memang. Awalnya saya mengira bahwa fitnah keji itu hanya ada di dalam cerita, novel, bahkan sinetron. Ternyata saya alami sendiri. Ah, sudahlah, buka itu yang akan kita bahas.
Dari kesekian rasa sakit, dan dari puluhan hari yang saya habiskan untuk meratapi semua yang saya alami akhirnya saya sadar bahwa meratap dan menyesali semua yang telah terjadi itu tidak ada gunanya. Hujatan demii hujatan yang lantas masih sering berdatangan pun masih selalu terasa menyakitkan. Akhirnya saya sadar, jika saya perlu memiliki tameng untuk menangkal rasa sakit itu. Hidup saya terlalu berharga jika hanya untuk mendengarkan cacian.
Lalu saya ingat. Ternyata dari sekian banyak orang yang menasihati saya kata yang paling keluar adalah sebuah kata “sabar”. Kemudaian saya cari tahu bagaimana sih cara bersabar yang baik? Toh selama ini saya juga sudah sangat akrab dengan apa itu sabar, tetapi rasanya belum juga bisa berhasil melakukannya.
Akhirnya berdasarkan apa yang saya baca, apa yang saya temukan dari mereka teman-teman yang selalu peduli kepada saya, juga dari pengalaman yang saya praktikan, akhirnya lambat laun saya menemukan cara paling jitu untuk melatih kesabaran. Dan salah satunya sangat berpengaruh.
- Bersikaplah proaktif bukan reaktif.
Sumber : japaneselocation.com
Proaktif adalah menunda reaksi, redangkan reaktif adalah bereaksi saat itu juga. Tips yang ini yang benar-benar membantu saya. Ketika tidak sengaja ada orang lain yang melempar bola dan mengenai kepala saya, dulu mulut saya lansung menggerutu bahkan melontarkan kalimat keluhan dan makian kepada pelaku sebagai respon langsung atas rasa terkejut bercampur sakit. Padahal kan belum tentu pelakunya sengaja. Sekarang saya bisa lebih menahan dan menunda reaksi terhadap apa yang terjadi. Dengan menunda reaksi maka akan membantu otak kita untuk lebih berpikir jernih dan menentukan sikap yang lebih bijak untuk menanggapi respon. - Belajar hidup dalm satu menit.
Sumber : carasukses.net
Ini diajarkan oleh seseorang yang saya tidak bisa mengingat siapa orangnya. Ini sudah sangat lama. Hanya ilmunya selalu menempel di kepala saya. Kita bisa belajar menahan marah dan lebih bersabar dalam satu bulan. Kalian bisa? Tentu sulit. Saya sendiri tidak pernah bisa melakukannya. Nah, jika satu bulan tidak yakin bisa, maka kita coba lakukan satu pekan menjadi penyabar. Tentu ini juga akan sulit dilakukan. Lalu kita coba sehari saja untuk menjadi baik dan penyabar. Bagi orang yang sudah terbiasa, mungkin satu hari bisa dijalani dengan menjadi penyabar. Namun untuk saya yang masih baperan maka satu hari berada di luar rumah, aktifitas padat, berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai karakter maka sehari pun saya masih perlu latihan.
Bagaimana melatihnya? Maka latihlah dengan meniatkan untuk menjadi orang yang sabar dalam setiap menit. 60 detik berlalu dan kita bisa bersabar, maka berjam-jam bahkan berhari-hari inyaallah kita akan bisa menjadi orang sabar. Karena satu menit saja sangat berharga, maka jagalah agar setiap menit yang kit alalui itu utuh. Harus selamat dari amarah, baper, dan emosi yang berlebihan. - Berpkirlah positif
Sumber : motivasi-islami.com
Semua yang terjadi dan menimpa kita bukanlah tanpa maksud dan tujuan. Bukankah ketika seorang jendral perang menempatkan prajurit terbaiknya di barisan paling depan itu karena sang jendral tahu jika para prajurit itu kuat dan hebat? Nah, Allah Tuhan kita pun demikian. Dia memberi cobaan dan ujian karena tahu bahwa kita mampu dan kuat mengahdapi semuanya. Dan jika kita lulus ujian, maka kita akan naik peringkat. Derajat kita lebih tinggi di sisi-Nya.
Demikian tulisan saya, semoga bermanfaat dan mari terus berlatih dan belajar untuk menjadi orang yang sabar. Karena sesungguhnya Allah pun berada bersama orang-orang yang sabar.