Wild Morning Glory. Ketika pertama kali ke Takengon, tahun 2007, saya terpesona dengan bunga-bunga berwarna ungu ini. Biasa saya lihat sebagai tanaman hias di pot dan kebun, di Dataran Tinggi Gayo ini justru tumbuh liar. Merambati pagar dan tanaman lain. Bahkan dianggap gulma, tanaman pengganggu.
Lalu saya melihat, banyak tanaman 'mahal' di tempat lain, juga bernasib serupa di sini. Mint, dianggap gulma. Rambatan Chayote atau Labu Siam pun ditebas karena mengganduli batang-batang pohon di kebun.
Di tempat lain. Tanaman-tanaman itu dirawat dan dijaga dengan baik. Mungkin karena terlalu banyak, jadi dinilai tak berharga.
Jadi terpikir. Bagaimana kalau alam membalas. Karena manusia sudah terlalu banyak, maka alam memutuskan manusia sudah menjadi hama. Lalu alam menciptakan mekanisme untuk menghabisi hama itu.
Konyol? Siapa yang bisa menjamin itu tidak akan terjadi?