Minum kopi bagi sebahagian besar penduduk Indonesia sudah menjadi suatu kebiasaan dan bahkan sudah merupakan budaya. Terutama di daerah-daerah tertentu seperti Aceh.
Jika anda berkunjung ke kota Banda Aceh, Anda tidak perlu susah mencari tempat yang menyediakan kopi. Hampir di setiap jalan ada kedai kopi. Bahkan, pada jalan yang sama ada yang lebih dari satu tempat yang menyediakan minuman kopi.
Pada acara-keramaian yang berupa tradisi budaya, seperti acara perkawinan, kematian, dan lain sebagainya, minuman kopi adalah sajian utama yang diberikan pada tamu yang datang.
Ini menunjukkan bahwa minuman kopi adalah bahagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan.
Rokok adalah bahagian dari suatu keadaan yang menyertai kehidupan dalam aktivitas keseharian penduduk Indonesia. Rokok ini bukanlah suatu makanan ataupun minuman. Namun konsumsi rokok sangatlah besar di Indonesia. Berbagai merk rokok dapat kita lihat di warung penjual rokok. Dari yang merk terkenal maupun merk yang tidak kenal sama sekali yang merupakan hasil olahan industri rumah tangga.
Para pencandu rokok hampir dapat kita pastikan dia juga pencandu kopi. Karena ada kalimat yang dinyatakan oleh pencandu rokok bahwa kopi dapat menetralisir nikotin yang terdapat dalam rokok.
Pemerintah telah berusaha untuk mengurangi pencandu rokok. Hal ini terlihat dari amaran/peringatan yang selalu ditulis pada pembungkus rokok bahwa merokok dapat membunuhmu, bahkan adalah suatu kewajiban bagi pabrik yang memproduksi rokok untuk mencantumkan kalimat itu dan menempelkan gambar-gambar yang bisa menakutkan/mengingatkan perokok untuk berhenti merokok.
Kenyataan yang ada, amaran dan gambar tersebut hanya sebagai pelapis bungkusan rokok. Tidak atau kurang mempengaruhi konsumsi rokok di masyarakat. Bahkan, rokok dapat diperjual belik secara bebas. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, ada penjualan rokok secara batangan dan menjajakannya di ponggir jalan dengan cara di gendong. Sehingga pengguna rokok tidak hanya kalangan dewasa tapi banyak juga dari pelajar sekolah menengah bahkan ada yang dari kalangan anak-anak.
Oleh karena itu, perlu ada upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk menghentikan konsumsi rokok di masyarakat. Apabila tidak