hari ini saya bertemu dengan baru. Dia berasal dari Jerman. Dia baru mendarat di Jakarta setelah sebelumnya mendarat di papua (Morowali). Namanya Julian. Dia tinggal di Berlin. Kami berkenalan di FB sejak lama, kemudian dia mengatakan mau liburan ke Indonesia.
Saya bercerita banyak dengannya. Mulai dari pengalaman dia di Papua hingga sampai Jakarta. Di baru pertama kali berkunjung ke Asia. Sebelumnya dia hanya liburan di Eropa.
Dia terkejut dengan banyaknya dialek yang ada di Indonesia, meskipun bahasa yang dipakai menggunakan bahasa Indonesia. Katanya, ada bahasa indonesia versi Papua, ada versi Batak, ada versi Jawa, dan ada pula versi Makassar. Kemudian saya tambahkan lagi, "masih ada lebih dari 1000 versi bahasa Indonesia di indonesia,", ucapku. Karena sukunya beraneka ragam.
Menurut dia hal itu sangat sulit dipercaya, karena di Eropa saja secara keseluruhan hanya ada 40 bahasa. Bagaimana dengan Indonesia, mengapa bisa memiliki begitu banyak bahasa dalam satu negara. Kemudian saya jawab, " itu lah hebatnya Indonesia". Dengan jumlah suku dan bahasa yang sangat banyak, tetapi masih tetap hidup rukun dan damai, jauh dari kehidupan rasis seperti yang dialami Eropa.
Dia hanya mengucapkan kata "WaW" berulang kali. Amazing, katanya lagi.
Aku terbawa terbahak-bahak. Aku baru sadar bahwa hidup di Indonesia itu jauh lebih nyaman dan damai dibanding di Eropa, berdasarkan penuturan teman baru saya tersebut.
Setelah lama berbincang-bincang, kami beranjak ke rumah kontrakan saya untuk istirahat. Dengan senang hati, dia bersedia menginap di tempat saya yang tidak begitu luas. Apalagi dia memiliki postur tubuh yang cukup tinggi. Sedangkan tempat tidur saya kecil. Saya berpikir untuk mengajarkan kepadanya cara hidup anak kos di Indonesia. Dan dia tidak menolaknya.
Dapat pengalaman baru hari. Itu lah petualangan ku.
Salam bahagia untuk kita semua.