Seorang pelatih memang memiliki peran penting bagi seorang atlet untuk mencapai prestasi puncak. Pelatih tak hanya sekadar yang mendampingi sang atlet saat berlatih. Namun juga menjadi guru yang bisa memberikan beragam pemikiran agar atlet tersebut mudah dalam mewujudkan mimpinya meraih kemenangan dalam even atau pertandingan yang Ia ikuti.
Karena itu saya tidak terkejut ketika membaca berita yang menyebutkan Naomi Osaka kembali mengganti pelatihnya. Karena menurut petenis asal Jepang ini, prestasinya akhir-akhir ini semakin menurun. Padahal sebelumnya Ia sempat duduk di posisi teratas petenis putri dunia.
Namun kini peringkatnya melorot ke posisi ke-4. Tak hanya itu. Osaka juga gagal melaju ke partai final turnamen grand slam dan turun peringkat ke posisi empat.
Ia mencatat tiga turnamen grand slam setelah Australia, gagal total tampil sebagai juara. Di Prancis Open 2019, misalnya, Osaka tersingkir di babak ketiga. Kemudian kekalahannya di Wimbledon pada babak pertama. Terakhir, Ia gagal untuk mempertahankan gelar juaranya di Grand Slam AS Terbuka tahun ini setelah kandas di babak 16 besar.