Kali ini adalah kompetisi kedua Anakku Ahmad Fadhil mengikuti kejuaraan lomba mewarnai antar Sekolah Dasar. Kegiatan ini diprakarsai oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala dalam aksi Bakti Sosial yang diberi nama Kaninus yang dilaksanakan di Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara. Banyak kegiatan yang dilaksanakan dalam aksi tersebut, termasuk didalamnya adalah lomba mewarnai yang diikuti oleh anak sekolah dasar untuk kategori kelas 1 dan 2.
Awal Sebenarnya saya ragu untuk mengikutkan Ahmad Fadhil sebagai peserta dalam ajang lomba tersebut. Hal ini didasari banyaknya peserta dan suasana pada saat itu sangat terik--penuh sesak dengan orang-orang yang memadati lokasi kegiatan tersebut.
Setelah berdiskusi dengan isteri dan anak saya, maka akhirnya kami memilih opsi untuk mengikuti perlombaan tersebut sebagai ajang hiburan bagi anak-anak saya. Disaat itu dalam pikiran kami (orang tuanya) tak terbetik dalam imaji saya ia akan menjadi juara. Kendatipun demikian saya menginginkan agar ia menjadi juara. Saya dan isteri berusaha menjelaskan bahwa perlombaan ini adalah untuk melatih agar ia terbiasa dengan kompetisi.
Menariknya, anak saya memahami kondisi tersebut dengan baik-- dan saya berusaha menjelaskan bahwa walaupun ia tidak keluar sebagai juara, namun di hati saya ia sudah juara. Lalu, tahap selanjutnya saya menjanjikan (baik menang maupun kalah) akan saya traktir beli es krim dan iapun senang. Lalu, Ahmad Fadhil pun mengikuti lomba tersebut dengan ceria.
Sebenarnya dalam keseharian ia memang sangat hobi menggambar dan mewarnai, dan itu tampak dengan banyaknya buku gambar yang sudah ia gambar serta ia torehkan berbagai hasil karyanya.
Setelah lomba selesai, maka tibalah tim juri melakukan pemeriksaan hasil karya dari lomba mewarnai tersebut. Selang dua jam kemudian maka diumumkan pemenang dari lomba tersebut.
Isteri saya begitu bersemangat untuk mendengarkan pengumuman tersebut, lalu ia berbisik kepada saya "mudah-mudahan Fadhil juara", selang lima menit kemudian iapun diumumkan sebagai juara II dalam perlombaan tersebut--kami begitu kaget setelah dibacakan pengumuman tersebut. Hal ini tidak kami duga sebelumnya, dengan melihat peserta lebih dari seratus orang.
Trophi tersebut adalah trophi perdananya di usia yang ke-6 tahun. Pelajaran berharga yang dapat dipetik adalah memotivasi dan memberi dukungan terhadap anak untuk kegiatan yang sifatnya produktif harusnya menjadi kebudayaan kita bersama, tanpa harus apatis ditengah tumbuh-kembangnya ia sebagai anak.
Sahabat steemit, akhirnya kita menata anak pada hari ini, itu akan menjadi landasan pijakan kedepan anak serta bagaimana ia akan merawat kita di usia senja...
Terimakasih saya ucapkan bagi para teman sekalian. Jangan lupa vote dan komen setelah singgah di blog saya...👍
Salam KSI,