Tidak ia sampaikan dengan ucapan, mungkin. Tidak juga ia buat pesta persembahan pada hari hari khusus untuk mu.
Tidak ia tunjukkan betapa ia bahagia kamu telah dimiliki. Tidak pula ia tumpah kan segenap puji yang membuat mu merasa kaulah satu satunya ratunya di sanubari. Tidak ia kisah kan tentang keindahanmu. Tidak jua ia nyatakan betapa besar ia ingin membuat mu sejahtera hingga khatam waktu. Tapi lelakimu punya cara lain. Cara tumpah cinta yang tak kau nyana tibanya dari batin.
Dia sampaikan kasih sayang dengan peluh berkelindan. Dengan tenaga yang dicukup cukupkan. Ia menyimpan segala perkara di kepala. Segala rencana ia layarkan dalam benak pikirnya. Sesekali diajak mu bertukar cerita agar terbuka yang tersimpul sendiri sebelumnya. Percayalah yang dibagi denganmu hanya yang ringan ringan saja, sementara yang berat tetap disimpan khusus untuknya. Lelakimu telah mulai menyatakan rencana sejak membuka mata sampai kau terlelap malamnya :
Dan ia masih terjaga. Malam lelakimu lebih panjang, harinya tak kunjung bersua khatam, akalnya tak boleh sejengkal.