Mendengarkan penjelasan Kwik Kian Gie soal tentang menurunnya nilai Rupiah terhadap Dollar yang ditayangkan oleh Indonesia Business Forum membuat saya langsung mual mendadak. Saya tidak menonton acaranya langsung tetapi saya menemukan rekaman videonya di youtube yang bisa disaksikan di bawah ini. Silahkan menonton dulu agar bisa mengerti dan turut merasakan apa yang saya rasakan.
Jangankan saya yang hanya rakyat biasa, mereka yang memang pakar dan ahli, yang ada di sana pun turut terdiam mendengarkan penjelasan dari beliau. Rasanya sesak sekali dada ini, walaupun bukan pertama kali mendengarkan dan membaca soal konspirasi untuk menghancurkan Indonesia oleh asing, tetapi tetap saja tidak bisa terima. Apalagi benar juga menurut beliau, bahwa memang kita tidak memiliki kompetensi untuk bersaing dan juga belum ada yang berani mengambil resiko untuk segera menyelesaikan masalah yang terus berlarut ini. Begitu mudahnya pinjaman itu disebut sebagai bantuan dan begitu bodohnya juga kita menerima begitu saja dan yakin akan hal ini. Duh, mak!
Sudah sejak saya masih kuliah, sebenarnya saya sudah sangat tidak setuju dengan berbagai keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, dan apalagi yang dunia ini lakukan terhadap dunia. Bahkan saya sangat menentang sekali segala bentuk bantuan yang diberikan oleh NGO asing dengan berbagai alasannya yang begitu meyakinkan dan sepertinya seolah benar saja membantu. Pada prinsipnya, tidak semudah itu bantuan diberikan dan lebih banyak yang tidak ikhlasnya sehingga timbal balik itu selalu saja ada. Nampaknya hanya urusan politik tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah urusan dagang dan bisnis semata, di mana setiap langkah yang diambil tentunya sangat dipikirkan untung dan ruginya secara matang secara ekonomi. Berhubung yang menguasai perekenomian dunia ini adalah para kapitalis, maka tidak heran bila ujung-ujungnya urusan duit bagi kantong pribadi dan kelompok mereka. Sementara kita yang sepertinya "menikmati', walau sedikit, sebenarnya sedang dan sudah dirampok, tapi tidak sadar saja.
Sebagai contoh misalnya soal demokrasi dan Hak Asasi Manusia saja. Saya sangat mendukung demokrasi dan Hak Asasi Manusia, namun saya tidak mau dibodohi dengan menggunakan umpan-umpan seperti itu. Jika bicara soal demokrasi, maka tentunya setiap negara memiliki caranya sendiri dalam berdemokrasi, tidak harus selalu disamaratakan di seluruh dunia ini. Bagi Indonesia yang sudah mengenal musyawarah sebagai bentuk demokrasi yang lebih terhormat, justru sepertinya musyawarah ini menjadi dibuat sedemikian buruknya dan harus ditinggalkan. Sementara bentuk voting yang jelas amat sangat jauh dari kebenaran penerapan demokrasi itu sendiri, malah dipaksakan diterima dan benar juga diterima bahkan diyakini sebagai penerapan demokrasi terbaik. Belum lagi urusan Hak Asasi Manusia, berapa banyak sudah negara hancur, penduduk dunia dan bahkan anak kecil tak berdosa yang menjadi korban hanya untuk alasan Hak Asasi Manusia dan demokrasi?! Aduh, kepala saya sungguh pusing kalau memikirkan hal ini.
Yang lebih gemasnya lagi, sekarang sudah ada teknologi blockchain, dan masuk bergabung ke Steemit pula, masih juga tidak berubah sudut pandang dan cara berpikirnya. Sungguh sangat memalukan, apalagi kalau sudah dibumbui dengan segala alasan-alasan yang seolah benar logis plus dengan tunjuk jari menuduh menyalahkan menjatuhkan orang lain, hanya untuk menutupi kelemahan itu sendiri. Gilanya lagi, masih banyak pula yang terpesona, percaya, dan yakin, waduh benar-benar kacau sudah. Bagaimana Indonesia mau berubah menjadi lebih baik? Memang sudah habis dicuci otak oleh pemutarbalikkan kebenaran dan menjadi sangat percaya diri dengan hal yang salah itu, repot! Benar seperti kata Kwik Kian Gie, untuk memiliki kelebihan kompetititif dan komparatif itu tidak ada, bagaimana mau maju, ya?!
Jika saja kita sadari bahwa semua ini akibat dari pemanfaatan sentralisasi secara negatif dan juga akibat tidak terkendalinya kapitalisme yang pada akhirnya juga membuat masalah bagi semua, termasuk para kapitalis itu sendiri, maka seharusnya kita melakukan sesuatu untuk perubahan. Tidak mungkin dunia ini bisa terus bertahan bila harus terus menghadapi keadaan yang demikian, kita saja sudah kalang kabut, kalau dilanjutkan, bagaimana dengan nasib anak-anak dan cucu kita nanti? Sudah cukuplah kesalahan itu dibuat dan jangan ulangi lagi dan lagi sejarah yang sudah jelas terbukti merusak dan menghancurkan. Apalagi kita ini sudah masuk dalam era baru dengan adanya sistem blockchain dengan algoritmanya yang mengubah sistem menjadi desentralisasi.
Kwik Kian Gie menawarkan solusi yang luar biasa, yaitu dengan jalur diplomasi yang tegas dan benar berpihak pada kepentingan negara serta seluruh rakyat Indonesia. Saya sangat setuju, sudah waktunya kita berdiri tegak dan memiliki harga diri, berani mengambil sikap atas nama keadilan dan kemerdekaan. Jika kita terus takut dengan segala logika pembenarannya, maka tidak akan pernah ada perubahan, malah akan terus saja terperosok. Jangan harap rupiah akan naik, pasti akan terus saja merosot. Bagaimana kita bisa maju bila hidup hanya untuk bayar hutang?!
Di sisi lain sebenarnya sudah ada solusi yang ditawarkan lewat Steem Blockchain ini, di mana kita pun bisa melakukan sesuatu untuk perubahan itu. Bukan hanya mengandalkan pemerintah dan menunggu ada yang berani menghadapi kekuasaan uang di dunia ini, tetapi kita sendiri pun turut berpartisipasi. Semakin kita sadar mengapa kita harus terus sabar dan membuat konten original, berguna, dan bermanfaat, maka kita pun sebenarnya sudah sadar bahwa memang perubahan itu ada dan dengan membuat konten seperti itu, kita sudah membantu perubahan. Jika masih instant dan tidak sabar, apalagi hanya ingin dapat upvote besar dan buru-buru dapat ranking tinggi, sehingga melakukan berbagai cara yang disediakan oleh kaum kapitalis di Steem Blockchain ini, ya wassalam. Tidak usah bicara perubahan, itu sih sama saja masih terikat dengan kebodohan, karena melakukan pengulangan kesalahan lagi dan lagi.
Duh, memang tidak semudah itu untuk bisa membuktikan bagaimana dahsyatnya sistem desentralisasi ini bila diterapkan. Tidak juga semudah membalik tangan untuk bisa membuat orang mengerti bahwa Steem Blockchain ini berbeda dengan sistem para kapitalis walau bisa dimanfaatkan oleh para kapitalis itu. Yang paling sulit lagi adalah untuk mengajak agar kita mau sama-sama bekerjasama melawan untuk bisa bangkit bersama, memiliki lagi apa yang seharusnya kita miliki, yaitu keadilan, kemerdekaan, dan kesejahteraan bersama. Namun, mau bilang apa bila belum ada kesadaran itu? Meskipun Steem Blockchain ini adalah kesempatan besar untuk bisa membantu menyelesaikan masalah ekonomi di Indonesia, kalau masyarakatnya sendiri belum mau dan sanggup menempuh perjalanan untuk menyelesaikan masalah itu, mau apa?! Ya, akhirnya berpulang kembali kepada diri masing-masing, tidak akan pernah ada yang berubah kecuali diri kita sendiri mau berubah, kan?
Sekarang, sih, ya yang mau berubah silahkan saja berubah dan tempuh semua perjalanan menuju perubahan ini dengan keikhlasan, senyum, kesabaran, dan konsistensi. Kalau yang tidak mau, ya, tidak apa-apa juga, tetapi jangan sampai kemudian mengeluh dan menyesal di kemudian hari. Steem Blockchain, apalagi dengan SMTs dan oraclenya, sungguh adalah kesempatan yang bisa menjadi solusi baik bagi kita semua, namun kita memang perlu berjuang melawan dan mengalahkan sistem yang ada sebelumnya agar bisa cepat terwujud dan tercapai perubahan itu. Walaupun tidak secepat itu, tetapi tetap akan tiba masa dan waktunya perubahan besar itu terjadi, dan berbagai masalah ekonomi di dunia ini bisa segera diatasi. Toh, semua memang ada masa dan waktunya, kan?
Ayo semangat! Jangan patah sayap hanya karena harga steem/SBD turun dan tidak ada yang upvote! Siapapun yang memilih jalan kebenaran maka akan mendapatkan hasilnya, sementara siapapun yang terus memilih di jalan yang salah maka pada waktunya akan menanggung akibatnya.
Bandung, 30 Mei 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis