Assalamulaikum wr.wb
Sahabat Steemit pada kesempatan ini saya akan mencoba menilik sedikit dari sekian banyak problematika yang terjadi di Steemit.
Problematika yang terjadi dari mereka yang kelas Sakap sebutan saya untuk mereka masyarakat kelas atas di steemit, sampai jauh kebawah sana dalam paya kawanan aneuk abiek-abiek. Kita tidak akan membahas soal Meulih disini, tetapi problematika lain yang menjadi bahan pemikiran bagi sebagian orang termasuk diri saya sendiri.
ilustrasi aneuk abiek-abiek
sumber : Google
Baiklah saya akan mulai menarik sedikit demi sedikit masalah yang akan kita bahas, pertama saya ingin membahas persoalan yang terjadi bagi mereka pemain kelas sakap yang telah malang melintang di Steemit.
Tentu kita bertanya-tanya Kenapa mereka para sakap seolah-olah menciptakan faksi-faksi di steemit ini ?? Saya tidak berbicara soal komunitas, karena saya setuju soal itu. Maksud dari pertanyaan saya kenapa mereka membuat faksi atau lebih tepatnya membuat kasta-kasta di steemit, Misalnya Sakap bermain sesama sakap , dan abiek-abiek dibiarkan meucuca sesama abiek-abiek. Argumen saya juga didukung oleh salah satu tokoh senior di Steemit, yaitu saya akan mengutip sedikit pernyataan beliau :
sebagus apapun postingan belum tentu ada upvote, kasus seorang penulis yang memang penulis harus angkat kain putih setelah 2 bulan lebih berada di steemit tanpa ada upvote pada kontennya yang tidak setimpal dengan waktu dan pikirannya, dan saya telah berada di platform ini memasuki 8 bulan, nah.. hal upvote bukan terletak pada kualitas konten saat ini, dinamika upvote terjadi pada hubungan emosional dengan para petinggi yang memeliki SP dan orang orang besar di negeri ini,
Dari sini kita bisa menilai, bahwa penciptaan kasta-kasta di dalam Platform Steemit bukan argumen tak berdasar.
Seharusnya mereka yang telah hidup di Platform Steemit ini bisa menciptakan inovasi-inovasi baru untuk terus men-regenarasi sakap-sakap baru yang akan menjadi pembesar di tempat mereka sendiri. Bukan malah peu udep sabe keudroe-droe sagai, yang laen beu keumah jih inan (menghidupi sesamanya saja, yang lain dibiarkan mampus sendirian). Namun demikian yang terjadi sekarang mereka seperti dengan sengaja membiarkan aneuk abiek-abiek ini besar menjadi cangguk pure yang tidak diberi tempat.
Namun saya tetap tidak menyalahkan mereka, karena yang mereka lakukan tidak melanggar pedoman-pedoman yang ditetapkan oleh Steemit itu sendiri, hak mereka berbuat demikian, tetapi akan sangat disayangkan jika kita lihat dari segi yang lain, seharusnya mereka yang sudah punya sedikit kuasa dapat menyelamatkan Aneuk abiek-abiek ini agar tidak menjadi cangguk pure atau bahkan mati karena keputus asaan. Kita tidak menyalahkan sistem, karena hal ini menyangkut dengan sifat & sikap masing-masing individu itu sendiri.
Harus kita ketahui, tidak semua sakap itu Embong atawa no preman seupai, masih banyak dari mereka juga yang mencoba menyelamatkan Aneuk abiek-abiek agar mereka bisa menjadi calon sakap-sakap baru dikemudian hari, sakap jenis ini terus melawan sakap-sakap jenis embong yang mencoba mencipta kasta di dalam steemit, mereka berjuang menghancurkan kasta-kasta tersebut. Disaat banyak abeuk abiek-abiek yang berputus asa sakap jenis ini yang merangkul mereka dengan postingan-postingan mereka yang mengedukasi, terkadang mereka juga menyempatkan diri terjun kedalam Paya untuk membaca postingan aneuk abiek-abiek bahkan memberi upvote atau berkomentar di postingan mereka dengan memberi tambahan ilmu, kritik maupun saran yang membangun buat mereka.
ilustrasi Sakap (kakap)
sumber : Google
Dan pesan saya untuk sesama aneuk abiek-abiek jangan pernah terlalu berharap kepada sakap dalam setiap membuat postingan, karena tanpa upvote dari mereka kita akan meupingkom atau patah semangat bisa jadi putus asa, itu efek jika kita berharap kepada mereka, tetapi berkarya lah, terus lah menulis dan menulis, lakukan evaluasi demi evaluasi coba berikan inovasi-inovasi baru di setiap postingan kita, saya yakin akan ada masanya untuk kita juga, seperti kata pepetah setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya menulis adalah soal memberi, bukan berharap diberi seperti yang pernah dikatakan adun kita : ** Setiap postingan adalah pembelajaran sebenarnya di steemit. Kenapa disetiap postingan kita tidak ada yang vote. Nah ini bisa jadi untuk pembelajaran diri. Dengan begitu kita akan terus berusaha membuat postingan yang bagus tentunya bermanfaat bagi orang banyak. Maka vote itu adalah bonus bagi saya..**, demikian juga buat kita seharusnya kita juga berfikir demikian jadi pantang untuk kita berputus asa, seperti nasihat yang diberikan oleh guree kita
: .. Steemit itu banyak ruang yang kosong .. tinggal kita kelola saja dan memanfaatkan ruang tersebut .
Benar yang dikatakan olehnya, steemit ini masih banyak ruang kosong yang bisa kita eksploitasi dengan ide-ide baru, karya-karya inovatif atau kreatifitas yang kita miliki, kita cuma perlu mencari ruang kosong dan momentum untuk memanfaatkan itu semua.
Akhir Kata
Saya ingin mengutip sedikit peutuah dari adoe saya : banyak dinamika Yang terjadi saat ini Di Steemit, meulih adalah virus Yang berbahaya bagi kaum kecil.
Sebaiknya jauhkan sikap tersebut pada diri Kita masing-masing dan mulai lah belajar mandiri
Semoga postingan saya ini bisa bermanfaat untuk saya sendiri dan sesama aneuk abiek-abiek yang lain. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dari senior-senior guna memperkaya khazanah ilmu saya dalam membuat postingan-postingan lainnya.
Terimakasih untuk yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan memberi perhatian pada postingan saya :))
Ket :
Sakap = Ikan Kakap
Aneuk Abiek-Abiek = Berudu
Cangguk Pure = Katak/kodok
Paya = Rawa
Embong = Sombong
Atawa = Atau
Meupingkom = Jatuh Terperosok
Meulih = Menjilat
No Preman Seupai = Tidak Open Apa-apa "istilah Aceh"