TUHAN DALAM SAKU CELANA
Muklis Puna
Negeriku adalah sorga bagi tengkulak informasi,
Ramah menyambut perubahan tanpa filter,
Tapi gamang
Alat komunikasi serba canggih parkir pada setiap saku celana
Tak peduli pejabat, menteri, presiden, pemulung, tukang becak guru dan dosen semua menghamba pada kotak lima senti
Di warung kopi orang- orang sibuk bercanda dengan ponsel, di gedung dewan anggota DPR lalai dengan ponsel walau nasib rakyat dalam bahasan , di kantor pegawai
buka ponsel, di kabinet menteri buka ponsel, di Mahkamah Agung yang butuh konsentrasi hukumpun ponsel sering menjerit
Hansip,tentara,perwira nongkrong mengabdi pada ponsel,
Petani walau baju penuh lumpur, tapi ponsel tetap berteduh dalam saku
Negeriku sangat ramah bagi situs situs porno dan game online yang menguras rupiah,
tapi tempat siksa kubur bagi orang tak berdosa,
Dlalam kelas siswa SMA pakai ponsel, headset ditanam dalam kerudung menikmati musik Korea,
Di ruang dewan guru, para guru chating dengan sahabat maya,
Di kampus mahasiswa berselancar mencari jawaban final persembahan google,
Di ruang kuliah dosen belajar - mengajar dari ponsel dengan materi copy paste,
Di angkot penumpang buka ponsel,
Di bis kota yang pengap dan gerah yang berdiri juga buka ponsel,
Di wifi para pencandu bertanding main game onlin dengan ponsel
Negeri ini nirwana kayangan para dewa-dewa informasi,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang gagap
Ponsel dipuja bak berhala, tuhan baru, diam-diam membimbing lewat udara
Di pasar orang buka ponsel,
di warung pojok pengunjung buka ponsel,
Bercakap-cakap kita jarak jauh tak tertahankan ,
kawan di samping diusir menjauh, kawan jauh dicumbu di ujung jari,
Isteri-isteri selingkuh di atas ranjang dalam dekapan suami bertahun-tahun di kamar tidur
Ketika melayani para suami mengigau tentang selingkuhanya,
Duduk kita di bibir ranjang, ketika dua orang bergumul saling menularkan obrolan mesra,
tapi kita tidak ketularan virusnya
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya bermain ponselnya lewat akun fb,
di kantor atau di cafe- cafe, kita ketularan penyakit.
Situs sesat mencuci polah dalam bersikap
Negeriku adalah sorga budaya konsumsi alat alat canggih paling subur di dunia,
Membangun negeri orang di negeri sendiri.
Negeriku adalah firdaus yang ramah bagi pecandu ponsel,
tapi tempat siksa kubur bagi orang yang gagap
Ponsel telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam dalam saku celana
Lhokseumawe 23 Juli 2017