Saya seharusnya menyelesaikan tugas editing untuk project summercamp tadi malam. Saya bisa saja menyelesaikannya lebih awal, yaitu sekitar pukul 00.00 atau 02.00 WIB. Namun, itu tidak mungkin, saya baru mulai mengedit video tersebut pada pukul 00.00 WIB. Pulang dari masjid untuk melaksanakan shalat tarawih, saya langsung mengecek telepon pintar dan ada dua pesan yang membuat saya penasaran. Satu pesan dari
, satu lagi dari
. Dua-duanya menanyakan posisi saya. Katanya ada tamu jauh, Steemian KSI Pidie.
Saya langsung menuju Taufik Kopi, tempat dimana kami biasa berkumpul. Benar saja, ada dua orang yang sedikit asing bagi saya duduk satu meja dengan kawan-kawan lainnya. Mereka adalah dan Pon. Kami terlibat pembahasan yang menarik dan santai. Diskusi tentang Steemit pun terlihat menjadi hal yang paling dominan pada pertemuan tersebut. Saya juga berbagi kisah awal mula mengarungi platform berbasis blockchain ini dan apa saja strategi yang saya terapkan sendiri untuk tetap bertahan di Steemit.
Steemit bukan hanya soal menulis dan mendapatkan reward
Sejak membuat akun pertama kali pada bulan September 2017, saya sudah banyak mengalami hal-hal yang dialami oleh kawan-kawan sekarang. Perkara seperti hanya memosting foto dan satu kalimat penjelasan, kemudian mengambil postingan dari tulisan orang lain (plagiat), hingga praktik membeli bot sudah membuat saya jera dan akhirnya meninggalkan hal tersebut. Saya cukup sabar untuk mendengar arahan dari kawan-kawan yang memang sudah berpengalaman. Sejalan dengan waktu, saya mempelajari dinamika Steemit secara global, platform ini memberi harapan cerah untuk pengguna yang kreatif. Steemit menyokong berbagai komunitas kreatif.
Apa yang saya kerjakan sebelum platform ini lahir, semua bisa saya bawa ke Steemit. Saya bertemu orang-orang yang seide dari berbagai belahan dunia. Saya berbagi kisah bagaimana mengembangkan suatu komunitas kreatif di Indonesia dengan mereka, begitu juga sebaliknya. Itu hanya akan kita temuka jika kita rajin membaca dan menjalin hubungan dengan pengguna lain. Bagaimana jika tidak bisa berbahasa Inggris? Tidak perlu gusar, kita masih bisa berteman dengan sesama pengguna dari Indonesia. Mereka terdiri dari berbagai profesi. Sekali lagi, rajinlah Steemit Walking ke postingan orang lain.
Contoh salah satu komunitas yang membantu pekerja kreatif (Steemian)
Salah satu komunitas terbesar yang mendukung kreatifitas di Steemit adalah . Kebetulan, saya sedang menyelesaikan final quest untuk bisa masuk ke dalam program Summer Camp milik mereka. Jika kalian ingin masuk ke sana dengan alasan akan mendapat vote yang besar, maka itu salah besar. Kalian telah meninggalkan salah satu yang lebih besar, yaitu bertemu orang-orang yang luar biasa. Kalian berkesempatan bekerja dengan mereka dalam salah satu project atau kalian sendiri yang bisa menawarkan project untuk dibantu kembangkan oleh mereka.
sedang membuka pendaftaran untuk menjadi bagian dari mereka. Kamu bisa mencobanya di sini. Saya yakin, kalian punya cita-cita untuk mengembangkan daerah masing-masing. Ada banyak ide yang kalian simpan dan tidak berani kalian keluarkan dengan berbagai alasan. Katakanlah alasan finansial, sosial, dan sumber daya. Kalian bisa jabarkan apa yang kalian ingin kerjakan. Sebagai contoh, kalian punya minat pada film. Menonton film adalah hobi yang sangat kalian suka. Bagaimana jika menonton film itu bukan hanya sekedar hobi.
Kalian bisa jadikan itu sebagai mata pencaharian. Mungkinkah? Kalian cari teman-teman yang memiliki hobi yang sama tersebut. Kembangkan idemu menjadi lebih jelas. Kamu bisa menjelaskan
Saya akan membuat screening film harian/mingguan dan mengajak orang untuk menontonnya bersama. Setiap dari mereka akan menulis tentang apa yang mereka tonton atau saya akan bertanya pendapat kepada mereka kemudian saya tulis di sebuah akun Steemit. Di sana, pengguna yang lain akan bisa membaca konten yang kami sediakan. Mereka bisa merujuk film mana yang layak dinonton dan kenapa.
Bukankah hal tersebut sangat luar biasa? Saya yakin komunitas menonton kalian akan berkembang dan banyak pengguna Steemit yang ingin bergabung. Tapi ingatlah, ini pasti memerlukan proses yang sedikit lama. Barang yang bagus akan dikenal jika dia selalu ada (konsisten).
Jika kita pesimis, kita tidak akan berkembang
Banyak tulisan yang tidak setuju jika Steemit ini adalah sebuah platform yang sedikit luar biasa. Mereka mengajukan alasan-alasan yang memang masuk akal. Berfikirlah sedikit terbuka. Saya telah melanglang buana mencari uang di internet. Berbagai cara sudah pernah saya lakukan. Menyediakan konten orisinil bahkan sampai yang plagiat. Tetapi, saya betah di Steemit. Saya merasa tidak melakukan apa-apa di sini. Mungkin itu karena saya mengerjakan apa yang saya suka. Saya menulis tentang film di Steemit. Itu terjadi begitu saja, saya tidak merasa itu sangat sulit. Tetapi saya mendapatkan reward dari hal tersebut.
Jangan lihat apa yang orang lain kerjakan dan berapa reward yang mereka dapat (misalnya mereka lebih banyak darimu). Anggap saja kamu hanya menyalurkan hobi di Steemit dan kamu tidak keberatan dengan hal tersebut. Kalian akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang kalian kerjakan, percayalah. Jika kalian ingin membuktikan apa yang saya katakan, coba saja follow atau
. Tanyakan bagaimana mereka berproses di Steemit dan menemukan komunitas yang seide dengan apa yang mereka kerjakan.