Seiring perkembangan media sosial yang berbasis blockchain yang terdesentralisasi maka semakin banyak media-media yang semakin bertebaran seperti halnya steemit. Media blockchain yang ini bisa dikatakan ibu dari media-media yang lahir saat ini bahkan ada satu media yang sama persis seperti steemit tetapi hanya mata uang saja yang memiliki nama berbeda.
Steemit saat ini mulai banyak yang meninggalkannya terlebih saat situasi menurunnya harga Steem dan Sbd saat ini. Mereka kini banyak yang berburu mata uang digital melalui media lain yang sedang berkembang saat ini.
Menulis di steemit bagi saya pribadi seperti menabung. Saya mengajarkan anak saya untuk menabung sisa uang jajan ketika sekolah. Sepulang sekolah saya sering menanyakan sisa uang jajan dan sisa uang itu saya suruh untuk memasukkan ke dalam sebuah celeng. Iya, saya mengajarkan anak saya untuk menabung.
Menulis di steemit bagi saya pribadi sama halnya dengan menabung. Disaat harga sedang murahnya, saya memiliki prinsip untuk tetap menulis. Dengan menulis minimal sebuah tulisan per hari dan mendapatkan vote yang tidak banyak dikarenakan saya masih kurang mampu dalam menulis, namun bagi saya apa yang saya dapatkan cukup untuk ditabung.
Katakanlah hasil sebuah postingan saya sehari jika dirupiahkan berjumlah 10 ribu rupiah maka jika saya menulis dalam sebulan maka saya akan mendapatkan 300 ribu rupiah. Walaupun tidak banyak yang saya dapatkan namun dengan sejumlah itu dan dengan keterbatasan skill yang saya miliki, maka harga sejumlah itu sudah sangat banyak yang saya dapatkan. Walaupun sedikit, dengan kita menabung setiap hari dengan satu buah tulisan maka suatu saat tanpa kita sadari hasil tabungan kita akan semakin banyak. Seperti kata pribahasa, " Sedikit demi sedikit lama kelamaan jadi bukit". Semoga kesuksesan menyertai kita semua.
Bireuen, 5 Oktober 2018