Salah satu ketakutan yang dialami para steemian adalah hadirnya rasa malas. Itu dapat saja muncul kapan saja. Pemicunya boleh karena apa saja. Kalau itu tiba, akun bisa macam rumah meukeulabah.
Para steemian pemula biasanya memiliki obsesi tinggi untuk memposting saban hari. Sangking semangatnya mereka harus diingatkan untuk memposting maksimal empat materi saja sepanjang 24 jam. Baik itu foto, video ataupun tulisan. Lebih dari itu dianggap sebagai spam. Bahaya untuk reputasi dan masa depan.
Namun waktu akan menguji ketulusan dalam bersteemit. Akan ada satu titik dimana semangat yang biasanya membara akan mulai padam. Cahaya ide yang bertalu-talu datang mulai meredup. Kebiasaan diskusi tentang trik sukses juga mulai jarang dibicarakan. Begitu pula untuk memberi komentar, vote dan resteem. Waktunya mendadak hilang. "Aku sibuk mas"
Di sini semua orang akan diuji. Ujian itu akan datang dalam berbagai bentuk. Jangan bermimpi untuk menjadi besar tanpa ada sabar. Mereka yang sukses telah melalui banyak cabaran. Mereka bertahan sebab punya tujuan.
Saya menulis ini sebab saya tiba-tiba merasa malas. Rutinitas kantor mungkin menjadi penyebab. Banyak ide yang hadir tapi tak tau bagaimana mengeksekusinya. Semua berakhir menjadi naskah buntung. Bahkan beberapa tersimpan hanya dengan judul.
Ini kali pertama saya menulis di browser. Sebab malas untuk membuka laptop. Malas pula untuk menulis draf, edit, kemudian diedit lagi, lagi dan lagi hingga merasa itu sempurna.
Jujur saya sedang malas. Makanya saya menulis ini sebagai pengingat.
Bila malas datang mendera itu penanda jika sukses sudah di depan mata.