On May 26 this was the year I joined the Steemit platform. A year ago, I had an account after hearing about Steemit from
a week earlier. So, May 26th became an important moment for me as my "marriage" day with Steemit.
Within a year, with a reputation value of 63.80 I've got 4,703 followers and have made 7,078 posts. Most of the posts are comments, because I'm sure to get attention in Steemit should pay attention to others by reading his articles and commenting. I just have 1,580 Steem Power and a small portion of the results do power up. I target high Steem Power in order to provide added value when curating other people's posts.
A year is not a long time for a dynamic relationship. Much has been found in Steemit, not just material issues (which are also important), but many other things beyond such as networking, friendship (community), learning opportunities, information on things, and more. More on what I get in Steemit, I've mentioned in the following post:
Looking back over the year, I got more of a jolt than he did. Indeed there is a bitter part like getting bully for using the Indonesian language or Bahasa (now most of the Steemians in Indonesia using Bahasa and bilingual). There are times when I do not get rewards in the form of SBD from every post. After writing length for blog size and accompanied by some photos, seven days later I got nothing: 0.00 SBD. And it happened in the long term, but not to kill the spirit to continue to make posts.
I was surprised to find myself never discouraged. This is because right from the start it builds the right motivation—in my opinion—to navigate the ocean of Steemit. I place Steem, and Steem Dollar as a reason so after writing, reading, building a network. Although I was surprised when three weeks after having an account and provide income Rp7, 2 million (it happened in June 2017), still I put economic interests at the bottom to avoid disappointment. But in the future, I have great confidence that Steemit with Steem and SBD will bring big changes in finance.
Low reward is not a problem
The problem of income in Steemit is very relative and volatile. We cannot explain how it works in detail. A post that we think is nice, long, complete with photos and even videos, sometimes get low rewards. At other times, when creating the original post only, even get high rewards. This condition is not a reason to make posting carelessly. Every post, I always try to give benefits, at least for myself, gratitude for others. Smelling postings pour out the hearts (vent) like this too, I think it is useful for myself and others to simply share experiences.
That's what I experienced since May 2017 until now-a very fluctuating reward issue, depending on the amount of reward and the price of Steem and SBD at that time. So when the second month I received Rp 5, 5 million, I still smile. When the months went on with no income at all, the smile continued to flourish. All of that, received a worthy reply whenever several times earned tens of millions of dollars a month from Steemit. Then in recent earnings decreased sharply, my smile has not cracked and spirit never slack. No matter how busy, keep trying to make a post every day.
The "introduceyourself" postings I made were not like other Steemian habits. That's because nobody guides me in posting. Make a mistake tag also often I do (although not to include the password as a tag like someone else ever). I do not have a network when I start, just know a . However, then I know coauthor
is already senior in Steemit and learns more things from him.
Here's my first post on Steemit which is very short:
https://steemit.com/introduceyourself/@ayijufridar/intriduce-my-self
Unlike now as the Steemit Indonesia Community and other sub-communities are getting stronger, it's hard to find people to ask. After two times winning the Steemit Indonesia Challenge, I slowly got to know and known to some Steemian seniors. Reunion with (we worked in a print media, Aceh Independen), opened my network with the Indonesian curator,
and
two months after having an account. The meeting opened a wider path in Steemit and made me learn a lot.
Mentors & communities
The long time before wrote about the idols in Steemit, I had chosen mentors in Steemit and learned many things from mentors. I think they are mentors who "educate" indirectly how to have fun in Steemit. In addition to two Indonesian curators,
and
in Indonesia, I consider
and
as mentors. When troubled with Steemit, including the underlying problem, I asked them and their response really excited me.
Beyond that, of course, I must thank all my friends in Indonesian Steemit Community and other sub-communities who have shared many things about Steemit, the blockchain, and cryptocurrency. Too many to name one by one. But I never forget the help of my colleagues. May Allah repay all your kindness with sevenfold goodness.
I should also be especially grateful to the who has received being part of this proud community. Although I will soon become an alumni of
, I hope to stay connected with this great community. The two admins at
,
and
, were very responsive in serving my various questions, and it made me even more emotionally attached to
.
I am also proud to be part of and do
in various places and various cities. The job as
is fun because it can get to know new people and expand the community network. Activities to
can be done anywhere, anytime, and in any way, either to a large community or
to a person who sometimes has a stronger impact.
Finally, I would like says special thank for the Steemians around the world for their support all along. I've been through the first year in Steemit and want to pass another thousand years in full of excitement.[]
Setahun Pertama Berlalu dan Menunggu Seribu Tahun lagi di Steemit [26 Mei 2017 – 2018]: Terima kasih untuk Semua
Tanggal 26 Mei ini genap setahun saya bergabung dengan platform Steemit. Setahun lalu, saya memiliki akun setelah mendengar tentang Steemit dari
sepekan sebelumnya. Jadi, 26 Mei menjadi momen penting bagi saya sebagai hari “pernikahan” saya dengan Steemit.
Dalam setahun, dengan nilai reputasi 63,80 saya sudah mendapatkan 4.703 followers dan sudah membuat 7.078 post. Sebagian besar post adalah komentar, sebab saya yakin untuk mendapatkan perhatian di Steemit harus memberikan perhatian kepada orang lain dengan membaca artikelnya dan memberikan komentar. Saya baru memiliki 1.580 Steem Power dan sebagian kecil dari hasil melakukan power up. Saya menargetkan Steem Power tinggi agar bisa memberikan nilai tambah ketika mengkurasi postingan orang lain.
Setahun memang bukan waktu lama untuk sebuah hubungan yang penuh dinamika. Banyak yang sudah saya dapatkan di Steemit, tidak melulu persoalan materi (yang juga penting), tetapi banyak hal lain di luar itu seperti jaringan, persahabatan (komunitas), kesempatan belajar, informasi tentang berbagai hal, dan banyak lagi. Lebih jauh mengenai apa saja yang saya dapatkan di Steemit, pernah saya sampaikan dalam postingan berikut:
Melihat setahun ke belakang, saya lebih banyak mendapat sukanya dibandingkan dukanya. Memang ada bagian yang pahit seperti di-bully karena menggunakan bahasa Indonesia (kini sebagian besar Steemians di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan bilingual). Ada masa-masa di mana saya tidak mendapatkan rewards dalam bentuk SBD dari setiap postingan. Setelah menulis panjang untuk ukuran blog dan disertai sejumlah foto, tujuh hari kemudian saya tidak mendapatkan apa pun: 0.00 SBD. Dan itu terjadi dalam jangka waktu lama, tetapi tidak sampai membunuh semangat untuk terus membuat postingan.
Saya terkejut karena menemukan diri sendiri tidak pernah patah semangat. Hal ini karena sejak awal membangun motivasi yang benar—menurut saya—dalam mengarungi samudra Steemit. Saya menempatkan Steem, dan Steem Dollar sebagai alasan ke sekian setelah menulis, membaca, membangun jaringan. Meski saya sempat kaget ketika tiga pekan setelah punya akun dan memberikan penghasilan Rp7,2 juta (itu terjadi pada Juni 2017), tetap saja saya menempatkan kepentingan ekonomi di urutan bawah untuk menghindari kekecewaan. Tapi ke depan, saya memiliki keyakinan besar bahwa Steemit dengan Steem dan SBD akan membawa perubahan besar dalam keuangan .
Reward rendah bukan masalah
Masalah penghasilan di Steemit memang sangat relatif dan fluktuatif. Kita tidak bisa menjelaskan bagaimana cara kerjanya dengan detail. Sebuah postingan yang menurut kita bagus, panjang, lengkap dengan foto bahkan video, terkadang mendapatkan reward rendah. Di lain waktu, ketika membuat postingan asal saja, malah mendapatkan reward tinggi. Kondisi ini bukan alasan untuk membuat postingan sembarangan. Setiap postingan, saya selalu berusaha memberi manfaat, minimal bagi diri sendiri, syukur-syukur bagi orang lain. Postingan berbau mencurahkan isi hati (curhat) seperti ini pun, saya anggap bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain untuk sekadar berbagi pengalaman.
Itu yang saya alami sejak Mei 2017 sampai sekarang—soal reward yang sangat fluktuatif, tergantung dengan jumlah reward dan harga Steem serta SBD saat itu. Maka ketika bulan kedua saya menerima Rp5,5 juta, saya tetap tersenyum. Ketika bulan-bulan berikutnya tanpa pemasukan sama sekali, senyum tetap berkembang. Semua itu, mendapat balasan setimpal ketika pernah beberapa kali mendapat uang puluhan juta sebulan dari Steemit. Lalu di akhir-akhir ini penghasilan menurun tajam, senyum saya belum lekang dan semangat tidak pernah kendur. Sesibuk apa pun, tetap berusaha membuat satu postingan setiap hari.
Postingan “introduceyourself” yang saya buat tidak sebagaimana kebiasaan Steemian lain. Itu karena tidak ada yang membimbing saya dalam membuat postingan. Melakukan kesalahan tag juga sering saya lakukan (meski tidak sampai mencantumkan password sebagai tag seperti yang pernah dilakukan orang lain). Saya tidak mempunyai jaringan ketika memulai, hanya kenal dengan seorang. Namun, kemudian saya tahu rekan penulis
sudah senior di Steemit dan belajar lebih banyak hal dari dia.
Berikut ini postingan pertama saya di Steemit yang sangat singkat:
https://steemit.com/introduceyourself/@ayijufridar/intriduce-my-self
Tidak seperti sekarang di saat Komunitas Steemit Indonesia dan sub komunitas lainnya semakin kuat, saat itu memang sulit menemukan orang untuk bertanya. Setelah dua kali menjuarai Steemit Indonesia Challenge, perlahan saya mulai mengenal dan dikenal beberapa Steemian senior. Pertemuan kembali dengan (kami pernah bekerja di satu media cetak, Aceh Independen), membuka jaringan saya dengan kurator Indonesia,
dan
, dua bulan setelah memiliki akun. Pertemuan itu membuka jalan yang lebih luas di Steemit dan membuat saya belajar banyak hal.
Mentor & komunitas
Jauh sebelum menulis tentang idola di Steemit, saya sudah memilih mentor di Steemit dan belajar banyak hal dari mentor. Saya menganggap mereka adalah mentor yang “mendidik” secara tak langsung bagaimana seharusnya bersenang-senang di Steemit. Selain dua kurator Indonesia,
dan
di Indonesia, saya menganggap
dan
sebagai mentor. Ketika bermasalah dengan Steemit, termasuk masalah mendasar, saya bertanya kepada mereka dan respon mereka sungguh membuat saya bersemangat.
Di luar itu, tentunya saya harus mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat di Komunitas Steemit Indonesia dan sub-komunitas lain yang selama ini sudah banyak berbagi berbagai hal mengenai Steemit, blockchain, dan cryptocurrency. Terlalu banyak untuk menyebutkan nama satu persatu. Tapi saya tidak pernah lupa bantuan rekan-rekan sekalian. Semoga Allah yang membalas kebaikan kalian semua dengan kebaikan serupa tujuh kali lipat.
Saya juga harus berterima kasih secara khusus kepada yang sudah menerima menjadi bagian dari komunitas yang membanggakan ini. Meski sebentar lagi saya akan menjadi alumni
, saya berharap tetap terhubung dengan komunitas yang luar biasa ini. Dua admin di
,
dan
, sangat responsif dalam melayani berbagai pertanyaan saya, dan itu membuat saya semakin terikat secara emosional dengan
.
Saya juga bangga menjadi bagian dari dan melakukan
di berbagai tempat dan berbagai kota. Tugas sebagai
sangat menyenangkan karena bisa mengenal orang baru dan memperluas jaringan komunitas. Aktivitas
bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja, baik kepada komunitas yang besar maupun
kepada personal yang terkadang memberikan dampak lebih kuat.