Jika kamu memiliki waktu untuk melakukan hal baik, maka jangan menundanya. Petuah ini sering saya abaikan beberapa minggu terakhir. Akibatnya, niat untuk konsisten menghasilkan konten one day one post di steemit pun jadi tidak terealisasikan. Sebenarnya, jika ingin mencari alasan mengapa saya menunda-nunda bisa saja, tetapi itu hanya memperlama saya untuk kembali semangat menghasilkan tulisan-tulisan ringan dan padat manfaat. Setidaknya , itulah yang saya pikir saat ini.
Pengalaman adalah guru terbaik. Kalimat ini sudah pasti pernah dibaca atau didengar oleh setiap orang. Kalimat ini juga benar adanya dan sesuai dengan realita kehidupan manusia. Dianggap sebagai guru sudah pasti karena ada hal yang diajarkan kepada orang yang mengalaminya. Entah pengalaman yang dialami orang tersebut baik atau buruk, yang pasti buah pelajaran yang diberikan sudah pasti baik.
Sebagai pengguna steemit yang orientasi pencapaiannya adalah uang menjadikan saya jatuh dalam keputusasaan. Dampak emosional ini menempatkan saya pada fase malas yang berkepanjangan. Seolah tidak ada solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Tidak memperoleh upvote dari setiap konten, kebingungan membuat konten, ditambah masalah personal lainnya, semakin membenamkan saya pada rasa malas.
Tadi malam, saya ambil sedikit dari waktu malas saya untuk berpikir. Saya memiliki aset yang mungkin sampai saat ini masih belum dimiliki oleh orang lain. Ada orang yang bersusah payah untuk mendapatkan aset ini, karena tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkannya. Apa itu? Akun Steemit.
Steemit sudah menjadi media sosial berbasis blog yang paling diminati oleh peminat media sosial. Setiap penggunanya berkesempatan maraup untung dari media sosial ini. Keuntungan itu hadir dalam bentuk finansial, personal, dan sosial.
Keuntungan Finansial
Steemit memberikan kesempatan yang sama kepada penggunanya untuk mendapatkan reward. Tentunya reward yang diperoleh tidak didapatkan dengan mudah. Steemit bisa dikatakan sebagai fasilitas yang menyediakan aset jangka panjang di mana hasilnya bisa dinikmati di akhir. Bukan berarti hasilnya tidak bisa dinikmati di pertengahan.
Hal ini tergantung kebijakan pengguna dalam menentukannya. Dengan kata lain, untuk mendapatkan keuntungan yang sudah disediakan oleh steemit ada proses yang harus dijalani dan baiknya juga dinikmati oleh semua penggunanya. Oleh karena itu, sabar dan konsisten mungkin bisa menjadi kata penyemangat untuk steemian yang punya mimpi dan ingin diwujudkan melalui keuntungan finansial dari steemit.
Keuntungan Personal
Menurut saya, steemit juga memberikan keuntungan personal bagi penggunanya. Seperti yang kita ketahui bersama, pengguna steemit ini terdiri dari berbagai profesi dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Artinya, tidak semua pengguna steemit memiliki keahlian menulis di steemit yang platformnya berbasis blog ini. Namun, seiring berkembang dan tersebarnya pendidikan steemit ternyata tidak membatasi penggunanya untuk tetap berkarya di dunia steemit. Seseorang yang tidak terbiasa menulis akan menjadi biasa selama menggunakan steemit.
Di Indonesia, khususnya di Aceh, pengguna steemit sangat diuntungkan dengan program steemschool yang dibimbing oleh . Di program ini pengguna steemit akan lebih banyak mengetahui seluk-beluk steemit. Tidak hanya itu, di Aceh juga ada Forum Aceh Menulis (FAMe) yang diketuai oleh
yang mana beliau juga seorang steemian. Kesempatan belajar menulis di FAMe dan berkarya di steemit tidak lagi menjadi hal yang dianggap susah seharusnya bagi steemian yang ada di Aceh. Bagaimanapun itu, sukses bukan lagi soal keinginan, tetapi soal pilihan.
Keuntungan Sosial
Manusia adalah makhluk sosial. Artinya, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Baik bagi steemian yang memiliki kepribadian terbuka atau tertutup, steemit dapat menjadi media interaksi yang tepat. Dikarenakan steemian dapat berekspresi dan berkarya sesuai dengan bidangnya saat menggunakan steemit. Di steemit, steemian dapat membangun hubungan baru dan memperkuat hubungan yang sudah ada.
Beberapa interaksi sosial steemian dapat dibangun dalam bentuk komunitas yang lebih luas atau hanya dalam bentuk grup pesan seperti Whatsapp. Saling follow, upvote dan meninggalkan jejak di kolom komentar dapat menjadi titik-titik keuntungan yang nantinya bisa steemian nikmati. Bukankah mempererat silaturahmi dapat memudahkan rejeki? Mungkin interaksi ini bisa jadi jawabannya.
Melupakan bahwa saya memiliki aset merupakan kesalahan yang baiknya tidak terjadi pada steemian lain. Bagi saya, konten kali ini akan menjadi pengingat bahwa saya pernah lalai dan menunda melakukan hal-hal positif melalui platform ini. Semoga beberapa keuntungan yang menjadi inti konten yang saya tulis dapat menjadi bacaan ringan kepada steemian lain sekaligus mencetus api semangat untuk menulis dan berbagi informasi bermanfaat lainnya.
Salam sehat dari saya,