Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, dapatlah saya satu perkataan “gotong royong”. Inilah semboyan yang disampaikan oleh Ir. Soekarno sang proklamator Indonesia tentang eksistensi dasar dari pancasila. Negara Indonesia dibangun dengan semangat gotong royong yakni mampu mengembangkan persatuan dari beraneka ragam perbedaan, bukan menolak persatuan.
Gotong royong merupakan peninggalan nenek moyang yang mengutamakan semangat kebersamaan, rasa mencintai, rasa kesatuan, rasa toleransi dan untuk membangun bangsa yang satu kesatuan. Mengedepankan sikap gotong royong akan muncul rasa tolong menolong kepada sesama.