Membaca postingan ini, saya dibuat tercengang. Sebuah akun dengan reputasi tinggi ternyata banyak memposting konten hasil plagiarisme.
Ada yang menarik tentang pemilik akun ini seperti yang diceritakan oleh sang investigator, . Pada postingan perkenalan diri, yang bersangkutan mengatakan kalau dia sangat suka memasak. Jadi postingan di awal dia bergabung Steemit lebih banyak tentang makanan. Lalu topik ini ditinggalkan dan berpindah ke seni menggambar. Tak lama kemudian, dia melompat ke bidang fotografi makro. Tidak jelas sebenarnya bidang apa yang dikuasai oleh pemilik akun ini karena hasil fotonya banyak mencomot punya orang. Dan saat saya iseng mencari sumber foto-foto hasil masakan dia, ternyata juga hasil comotan dari Cookpad.
Tunjukkan Siapa Kita
Saya yakin sebagian besar Steemian yang ada di platform ini tidak punya latar belakang blogging sehingga sering mengalami kebuntuan saat akan berkarya. Alih-alih berusaha keras menggali ide, ada yang nekad menjiplak atau merampok karya orang lain yang topiknya tergolong populer di Steemit. Ada yang selamat, ada juga akun yang sekarat.
Penulis senior bang menulis dalam salah satu postingan beliau bahwa cara paling mudah menulis adalah dengan menulis apa yang kita kuasai. Latar belakang pendidikan formal, pengalaman pekerjaan, hobi, atau hal-hal yang kita ketahui dengan baik bisa dijadikan bahan. Dengan begitu, karya yang dihasilkan akan orisinal karena di dalamnya terdapat sentuhan dan pengalaman pribadi yang tentu saja berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Tulisan dengan tema konsisten dengan sendirinya akan membentuk semacam personal branding. Lihat saja teman-teman kita yang sudah identik dengan labelnya masing-masing. Steemian ,
, dan
banyak memposting tentang hal-hal yang berkaitan dengan menulis. Kalau suka kegiatan outdoor, bisa mengintip blognya
. Pengelana backpacker
selalu hadir dengan petualangan serunya. Pengagum fotografi makro bisa menikmati jepretan-jepretan indahnya
. Suka kopi? Mungkin seni latte art yang dihadirkan dalam blognya
bisa menambah kecintaan teman-teman pada kopi. Dan jangan lupa, kalau mau ikut jalan-jalan keliling dunia bisa menyelami tulisan-tulisan bintang Steemit,
. Dan masih banyak lagi Steemian lainnya yang menyajikan tulisan menurut bidangnya masing-masing.
Saya sendiri suka membuat prakarya dengan menggunakan mesin jahit. Jadi kebanyakan postingan saya berhubungan dengan tutorial menjahit atau share karya-karya handmade saya.
Nasip Nol Koma
Dari hasil investigasi terhadap kasus yang saya sebut di awal tulisan, bisa disimpulkan kalau pemilik akun berpindah-pindah topik karena motif reward. Fotografi makro ternyata menuai banyak pujian dan imbalan dolar yang menggiurkan.
Sering kali tulisan-tulisan asli karya kita tidak banyak menghasilkan banyak reward alias nol koma sekian karena bidang yang kita kuasai tidak populer di Steemit. Ini banyak dialami oleh Steemian pemula termasuk saya.
Dunia menjahit yang identik dengan ranah kaum wanita bagaikan langit dan bumi bila disandingkan dengan topik semacam kripto yang umumnya dikuasai oleh kaum adam. Alhasil, audiens tulisan saya juga sedikit.
Meski demikian, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang telah sudi memberikan komentar atau upvote postingan-postingan saya. Entah itu karena memang suka dengan tulisan saya, merasa kasihan lihat dolar saya yang banyak telurnya, atau karena alasan membalas upvote yang saya berikan pada postingan teman-teman. Apapun motifnya, saya sangat berterima kasih.
Terus Berenang
Meski karya-karya saya tidak terlalu populer di platform ini, saya akan terus berjalan walaupun tak terlalu banyak audiens ataupun reward yang saya terima dari postingan-postingan saya. Reward akan datang dengan sendirinya jika saya terus membangun interaksi dengan Steemian yang lain.
Kegemaran saya pada dunia menjahit saya yakini akan memberi warna tersendiri. Saya yakin akan menemukan orang-orang yang menaruh minat pada bidang saya dan dalam jangka waktu yang lama, mereka akan menjadi pengikut loyal saya.
Saya juga mencoba memposting topik-topik yang random dengan tujuan agar pembaca tulisan saya tidak bosan karena sering saya suguhi kain, benang, dan jarum.
Jalan ke depan masih panjang bagi seseorang seperti saya yang ibaratnya seperti ikan teri medan di tengah lautan luas Steemit. Tapi saya akan terus berenang dengan menjadi diri saya sendiri. Siapa takut?
Terima kasih sudah singgah di blog dan membaca tulisan saya. Jika sahabat Steemit suka, silahkan upvote, dan resteem jika mau. Saya sangat menghargainya.