Seiring dengan dugaan kasus korupsi Juli 2018 ini yang dihadapi oleh Irwandi Yusuf, banyak masyarakat, media dan pihak lainnya menyorot gaya hidup istrinya Darwati A.Gani dengan foto-foto instagram yang diuploadnya, terlihat foto yang anggun dengan tas mewah koleksinya. Seolah-olah pola atau gaya hidup ini menjadi salah satu indikator yang dikaitkan dengan kepemilikan harta kekayaannya yang digunjang-ganjingkan sejumlah oknum menjadi berita yang menyudutkan beliau. Setiap fashion yang dipakainya memiliki daya tarik dan seni yang unik. Karena orangnya cantik dan semampai, apapun yang dipakainya pasti menarik. Tentu saja kemudian Darwati menjadi bumbu tambahan dalam berita tersebut agar terlihat lebih menarik pembaca dan hotnya sebuah berita.
Seharusnya kita melihat suasana dan gaya hidupnya di sisi yang lain. Sebut saja aktivitas sosial kemasyarakatannya yang cukup tinggi dan padat dengan berbagai aktivitas dengan berbagai kalangan masyarakat bawah. Mulai bergaul dan berfose bersama kaum miskin yang tidak memiliki rumah, kehadirannya bersama penderita kanker, penyelenggaraan IVA test bagi kaum perempuan, pendidikan anak khususnya anak usia dini dan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus, anak yatim dan terlantar, mempromosikan tempat wisata yang indah di beberapa daerah terpencil di Aceh, menggunakan baju dan tas motif Aceh dan berpenampilan sederhana dan lain-lain. Dalam acara yang tidak resmi beliau terlihat berpenampilan biasa, terkadang memakai jilbab besar ukuran mukena,memakai sandal jepit, wajah alami tanpa bedak dan lipstik. Lalu mengapa yang disorot saat ini lebih kepada koleksi tasnya? Entahlah, mungkin bagi mereka sisi itu adalah penting namun sebaiknya lihat juga sisi lain yang lebih utuh agar tidak merugikan orang lain secara manusiawi.
Untuk skala Aceh, berpenampilan seperti beliau adalah biasa, banyak orang kaya lainnya yang berpenampilan lebih mewah darinya. Untuk sebuah penampilan yang sempurna, orang Aceh tentu mampu atau berusaha membeli dan pastinya bermerk. Dengan kata lain rumah bisa gubuk tetapi penampilan adalah nomor satu ala orang kaya. Bahkan untuk ukuran orang di Indonesia apabila seseorang memiliki penampilan apa adanya dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang istri akan menjadi bahan ejekan apalagi jadi istri pejabat. Mereka juga akan dijadikan bahan pembicaraan dan perhatian publik.
Penampilan seseorang dalam dunia kerja, sangat urgen kata dosen saya dulu, penampilan bisa menjadi bagian presentasi dan bargaining bagi seseorang dalam menyukseskan program. Sebuah presentasi misalnya, akan gagal gara-gara penampilan yang tidak serasi dan menarik atau norak karena perhatian mereka terpolarisasi dengan sebuah fashion presenter. Dengan kata lain, gagal fashion maka kesuksesannya akan berkurang pula bahkan gagal total. Begitu juga, dalam pembicaraan negosiasi, bisnis penampilan dan pembelajaran menjadi penting diperhatikan dan dipersiapkan yang akan mempengaruhi kesuksesan.
Penampilan yang yang sopan dan menarik mungkin diperlukan dalam suatu acara tertentu untuk menjaga marwah diri, komunitas, bangsa agar tidak diremehkan oleh orang lain. Misalnya pertemuan bisnis, touring, pertemuan resmi, pesta dan mendokumentasikannya adalah hal yang wajar. Lalu apa masalahnya? jika memiliki sesuatu koleksi tentunya harus dipakai dan membuat pemakainya nyaman bukan sekedar dipajang dan dalam jangka waktu tertentu jika layak pakai dapat dihadiahkan atau bisa juga disedekahkan dan kenangan sesudah/sebelum memiliki koleksi yang baru.
Produsen produk akan berkembang dan mendapat apresiasi pasar adalah tujuan suatu produk itu dibuat. Apabila dipakai oleh orang penting dan terkenal maka akan membuat perusahaan bangga dan sukses. Mereka akan mengiklankan produknya secara gratis dan memperluas jangkauan pangsa pasarnya. Ketika para konsumen telah disibukkan dengan membicarakan produk itu (fashion Darwati) maka tetap saja pemilik perusahaannya yang diuntungkan alias iklan gratis.
Kelebihan lain seorang Darwati adalah sosok ibu yang lembut dan penyayang, bukan hanya bagi keluarganya juga kepada masyarakat. Kelembutan dan kesabarannya inilah yang kemudian menjadi kekuatan dan tambahan energi bagi sosok seorang Irwandi Yusuf. Ia adalah wanita setia yang selalu mendampingi suaminya dalam situasi yang paling pahit sekalipun. Setiap fase ia memberi semangat dan selalu sabar dalam menghadapi masalah baik pribadi,umum maupun organisasinya yang kemudian menjadi perhatian publik, sehingga orang-orang yang simpati kepadanya selalu memberinya semangat yang lebih kuat lagi. Ada yang mendoakannya dari jauh, ada yang shalat hajat, ada yang baca yassin, ada yang memberinya bantuan hukum, ada yang membelanya di medsos, ada yang demo, dan energi lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Darwati selalu bersikap tenang menghadapi intrik politik dari masa ke masa, ia tidak suka menggunjing orang lain dan berbicara seperlunya saja,bahkan kemampuan mendengar yang sangat tinggi itu juga membuat banyak orang menyenanginya. Keluhan rakyat yang disampaikan kepadanya dihadapi dengan tenang dan selalu merencanakan aksi yang cepat tanpa proses birokrasi yang panjang. Intinya sedikit bicara banyak bekerja. Ayo kerja! Kerja! dan kerja! itulah kata-kata yang sering diucapkannya jika memberi motivasi pada orang-orang di sekelilingnya.
.