Calang adalah kota kecil yang sangat indah dan alami. Hampir semua lokasinya memberikan kesan yang indah walaupun suhunya sangat terik dan membuat kulit meringis. Penataan kotanya masih sangat sederhana tetapi semangat masyarakatnya untuk membangun tampak mulai menggeliat. Tidak terlihat bangunan yang mewah dan megah di sini karena pembangunan sumber daya manusianya lebih diutamakan daripada pembangunan fisiknya.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengunjungi pendopo bupati Aceh Jaya. Bangunannya sangat unik dibandingkan dengan pendopo bupati lainnya di Aceh bahkan Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang saya lakukan di sana hanyalah kegiatan yang bersifat instan namun waktu yang tidak lama itu cukup membuat mata terpana dan terkagum-kagum.
Bak orang tersihir, semua sisi bangunan menjadi perhatian dan mengabadikannya dalam foto-foto sederhana. Bagaimana tidak, dengan kamera yang pixel rendah saja tetap terlihat indah dan cantik apalagi kalau menggunakan kamera dengan pixel yang lebih tinggi. Desainnya megah dan elegan yang berdiri tegak di atas perbukitan mungil nan elok yang dikelilingi pemandangan alam yang indah, sungai kecil, rumah Aceh dan berhadapan dengan laut. Tidak jauh dari pendopo ini terdapat komplek perkantoran Bupati Aceh Jaya, kantor-kantor dinas, kantor DPRK Aceh Jaya, pendopo wakil Bupati Aceh Jaya dan kantor Polres Aceh Jaya.
Kegiatan bersama istri Wakil Gubernur Aceh DR. Diah Erty, melakukan temu ramah dan diskusi dengan istri Bupati Aceh Jaya dan pengurus PKK Kabupaten Aceh Jaya membuat saya kagum, penjamuan yang hangat dan bersahabat yang dihujani senyuman. Menu lontong, serabi bahkan rujak Acehpun tersedia.
Setelah diskusi berlangsung , azan berkumandang dengan merdunya. Kami segera beranjak untuk melaksanakan shalat magrib. Kemudian segera berkumpul kembali di ruang tengah pendopo sambil bercengkrama dan berfoto bersama.
Selanjutnya, pelatihan kelas menulis yang dilakukan oleh Forum Aceh Menulis Chapter Aceh Jaya pada kamis 5 April 2018 pukul 14.30 WIB hingga selesai juga dilaksanakan di sana, tepatnya di rumah Aceh yang ada di depan pendopo. Rumah Aceh ini terlihat asri dan bersih dengan desain aslinya. Ruang bawah rumah Aceh ini menjadi pilihan karena bisa lesehan sangat cocok untuk diskusi sembari menikmati tiupan angin sore dan suasana alam yang mempesona itu.
Teknik menulis karya inovasi, begitulah judul yang saya paparkan di kelas FAMe Chapter Aceh Jaya. Saya mempresentasikan dengan lugas dan jelas berdasarkan pengalaman dan standar serta sistematika pembuatan sebuah karya inovasi. Setelah acara selesai, tentu saja kembali tersihir untuk melakukan foto bersama.
Saya merasa rugi jika tidak mendokumentasikan suasana di pendopo ini.