
Tak ada rasa persaudaraan
Dikala duka menyelimuti
Kadang orang asing yang merasa iba
Tak terbayangkan sebelumnya
Dulu tak kan pernah kau biarkan
Walaupun itu hanya debu yang halus
kapas yang lepas dari kalungan kulit buahnya
ya... Tak kau biarkan
semangat tak patah arang
semua yang menghadang akan ku tendang
hidup ku harus terus berjalan
walau harapan selalu terbarukan
tak kan ada yang abadi
semua akan mati
Tak terkecuali
yang congkak bagai iblisi

manusia egois seperti mu
layak nya hidup di tengah hutan
berjalan dengan harimau kelaparan
tak memikirkan apa yang di mangsanya
oh... Sungguh pongah tak terkira
mencari salah dengan teliti
kiranya aku harus instrospeksi diri
tuhan Rabbi pasti mengampuni
tak hanya itu
pahala kebaikan mu
akan menjadi modal utama yang berharga
saat pundi pahala menggiring mu ke syurga
Poetry; berubahlah demi sesama