Participants blend from low level to curator almost unlimited
Tibang, tepatnya di rumoh redaksi acehtrend.co, Sabtu, 13/01/2018, steemian Banda Aceh dan kota terdekat seperti Sigli dan Bireuen, berkumpul dan berbagi pengetahuan dalam tema membahagiakan. Saya bersama steemian baru hadir ke sana jam 15.00 WIB. Akibat hujan melanda kawasan barat Banda Aceh.
sedang berdiskusi di bawah naungan rumoh Aceh Tibang bersama segenap steemian. Sebagai pemula di steemit, saya belum kenal dan berinteraksi dengan seluruh steemian. Saya lansung menuju gerobak kacang dan jagung rebus gratis di sebelah kanan rumoh Aceh. Habis dua tiga kacang saya makan,
datang bersama Mirza. Mirza adalah orang acehtrend.co yang akun steemit-nya belum dikonfirmasi sudah dua kali bikin.
Mariska datang ke Banda Aceh khusus untuk meet up ini dan berbagi ilmu serta pengalaman bergelut di dunia steemit. Sebagai kurator , kemampuannya tentu perlu digali dan dibagi untuk pemula macam saya dan kawan-kawan. Kami bicara panjang tentang banyak hal termasuk rencana bedah buku "judul di belakang" yang diluncurkan di #bivakemperom, Komunitas Kanot Bu. Minggu, 14/01/2018.
Peserta berbaur dari level rendah sampai kurator nyaris tanpa batas. Meet up membahagiakan ini adalah silaturrahmi yang mempertemukan saya dengan ketua KSI chapter Banda Aceh, . Bersama
,
dan
, mereka berdiskusi seluk beluk steemit, sambil ngopi dan merokok.
cukup ramah, dan banyak hal kami bicarakan. Serta mengundangnya untuk menghadiri peluncuran buku.
Selepas Asar, peserta meet up dibagi 3 kelompok. ,
dan
memimpin kelompok diikuti peserta. Saya ikut kelompok
. Semua peserta memperkenalkan diri dan bertanya tentang trik di steemit.
Saya mendengarnya seraya membuat sketsa sederhana ini. Peserta larut dalam kebahagian. Jagung, kacang rebus terasa lebih nikmat dengan sanger arabika racikan warkop polem.
Membahagiakan; silaturrahmi dan kopi adalah cara terbaik mendapat ilmu.