kemana saya harus menentukan pilihan, sekolah lanjutan tingkat atas atau dayah salafiah?..
Inilah pertanyaan dalam benak siswaku saat ini yang belum menentukan pilihannya, walau sebagian sudah menetapkan pilihan akan tetapi masih ada keraguan dengan tawaran lain yang menurutnya lebih baik,.
Duh.. galaunya hati untuk memilih ke jenjang berikutnya tidak sebanding dengan sebagian kecil harus menurut pilihan orang tua yang tidak ada tawar menawar lagi yaitu melanjutkan kejenjang pelaminan,.
Ira (nama samaran)salah satu muridku yang pendiam dan cerdas rangking 1 di kelasnya, berasal dari pelosok desa harus terduduk lesu saat kujumpai di halaman sekolah,.
hai ira!, tak seperti biasanya kamu murung, kenapa?, sapaku.
anu pak, eh ini pak, saya iri terhadap teman teman yang mau masuk ke SLTA, Sementara saya harus putus sekolah untuk mengikuti kemauan ortu untuk menikah dengan laki laki yang tidak kukenal. Ucap ira sambil meminta komentar dariku.
Di sini perasaan saya menjadi dilema laksana buah simalakama harus memberikan solusi apa kepada ira. Ku jawab jangan nanti malah dia nekat durhaka kepada ortu, ku jawab iya tapi ada keibginan besar untuk melanjutkan sekolah... bingung!,
Akhirnya aku menasehatinya agar bicaralah dari hati kehati dengan orang tua mu apa yang ingin kamu raih dan tunjukan kalau animo kamu untuk melanjutkan sekolah itu sangat tinggi.
ah.. gila (dalam fikiranku)si Ira masih 15 tahun tapi sudah mau dinikahkan, bisa apa dia nanti setelah nikah?, Edan, di era zaman now masih ada
Ortu yang ingin menikahkan anaknya yang masih belia.
Weleh weleh.....