Kekeliruan sebagian dari kita adalah terlalu banyak membaca. Teori ini itu dan sebagainya. Namun tidak diimbangi dengan latihan menulis yang cukup. Jam terbangnya belum memenuhi. Walhasil tak ada satu karyapun yang dituliskan.
Ibarat belajar teori tentang mengendarai mobil, namun tak pernah sesekali pun memegang setir mobil. Alamak.
Maka, menulislah. Lemparkan bualanmu disini, steemit kan mengujinya. Jangan malu apalagi takut. Jikalau kebanyakan membaca, takutnya tinta digitalmu beku sebelum dituliskan. he
Kamu tahu apa yang paling sering saya lakukan didepan hape? Bengong. Iya terdiam menatap layar hape, dan berfikir keras apa yang akan dituliskan di steemit.
Memang harus kita sedari bahwa ada banyak dari kita yang terlahir sudah membawa bakat menulis, membacapun jarang. Saya sebutkan nama tokoh ya, dialah Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Ini yang dinamakan ilmu "ladunni".
Karena setiap kita diberikan ilmu ladunni nya masing-masing dari sang pencipta.
Kemampuan mengolah kata bagi yang bawaan lahir akan lebih mudah tentunya, apalagi ditambah dengan latihan menulis yang cukup.
Berbeda dengan saya dan mungkin beberapa teman steemian, terlahir bukan dari keluarga penulis, bakat menulis tidak punya, seminar tentang jurnalistik pun hanya sesekali. Maka diperlukan latihan menulis yang berkali-kali lipat dari mereka. Iya, jangan lupa intip tulisan orang lain. Saya yakin ada banyak ilmu disana.
Sekian dan salam imajiner.