Ketika kau memutuskan untuk bergabung dengan steemit. Yakinlah, kau sudah menjadi manusia yang berjiwa sosial. Jikapun hubungan sosialmu sebelumnya baik. Maka setelah bergabung, hubungan sosialmu juga meningkat. Jelas, ini sangat kurasakan.
Foto di atas diambil tanggal 8 maret 2018 kemarin. Beliau adalah seorang steemian's asal pidie. Saya berkenalan dengannya satu hari sebelum foto ini diambil. Artinya, kami belum pernah bertemu sekalipun sebelum ini. Dia adalah seorang kawan jauh yang berkawan dengan kawan saya.
Hari itu saya dan kawan-kawan berangkat dari Banda Aceh ke Pidie untuk menghadiri sebuah acara Sekolah disana. Disitulah saya bertemu . Kami berkenalan dengan segala basa-basi yang biasa. Saya belum tahu dia steemian's, begitu juga dengannya. Obrolan demi obrolan terus berlanjut. Kami masih biasa saja. Obrolan merambah ke steemit. Seseorang yang duduk dibelakang kami mendengarnya. Dia adalah
, seorang guru di sekolah itu. Dia bergabung dengan kami dan mulai buka suara tentang steemit. Ternyata dua orang yang sedang asyik membahas steemit ini juga steemian's. Kami mulai larut dalam pembahasan.
Pembahasan kian seru ketika salah satu kawanku tertarik untuk bergabung dengan steemit. Mereka sangat terbuka dan senang mendengar hal itu. Betapa Steemit telah menjadikan kami makhluk yang berjiwa sosial. Tidak ada persaingan diantara kami. Bahkan mereka yang menganjurkan untuk segera membuka akun kepada kawanku.
Pasukan menuju Pidie
Kini, hubungan antara sesama steemian's tidak hanya terjadi di jejaring sosial saja. Namun ketika kau pergi kemanapun, mereka siap menyambutmu dengan hangat dan terbuka. Maka berbahagialah kita semua yang sudah bergabung dengan Steemit.