Malam ini aku tak ingin menulis sebait kata apapun. Mata penaku menumpul tinta penaku mengering bahkan penaku lelah.
Ia terlalu banyak mengucurkan tinta yang kemudian terabaikan dan terbuang dengan percuma. Karena goresan rindunya yang kau anggap coretan kotor yang sama sekali tak pernah kau baca.
Pernah aku mencoba menulis sajak kembali, namun nihil
rindu ku terabaikan, ia layu, lapuk, serta mati di sisi asa.
Lalu, aku bisa apa, aku siapa yang tak lebih melainkan hanya scenario sebagai hiburan.
Penaku terkulai, sungguh kau rindu yang tak di harapkan lagi.
{Er_Ha}