Janganlah bersedih hati yang sudah tanpa mampu lagi dikenang karena akan meracun jiwa, tangan sudah mampu lagi menulis cerita tentang keindahan, mencoba merangkul cahaya ketika sunyi menyapa dan rindu, tidak bisa membunuh sepi kala malam menyapa, angin sayup-sayup menggoyangkan daun pisang dan menjatuhkan daun-daun kering, ranting-rantingpun berserakan dihalaman rumah tua, sang bayi menangis karena sang ibu hanyut dalam lamunan kerinduan sang pujangga hati yang tidak kunjung tiba.
Malam makin gelap dan hanya cahaya lampu yang mampu menerangkan kamar tempat aku bersandar melepaskan kelelah dari congkaknya kehidupan, bertarung untuk menghidupan suara caci yang selalu berdemonstrasi ketika lapar dan hauspun ikut menjerit, hayalanku tentang cinta sejati hanya menjadi catatan kosong yang bertebaran dimana.
Keinginan menyaksikan ombak menghantam karang tak kunjung, rembulan seperti malas memberi cahaya, awan hitam mengumpal dilangit sana, seakan-akan langit akan menumpahkan air dab membasahkan bumi yang kering ini.