Kampung bisa menunggu dan tak 'kan pindah melainkan jika ada pembangunan waduk. Sungguh sayang senyum semurni Fia dan tawaran setulus Bundanya mesti takluk oleh hasrat standard kembali ke titik-tolak, kampung. Takluk oleh godaan pulang kampung...
Padahal, menyambut 'terduga' perjodohan itu, akan menyempurnakan pencapaian seorang perantau...
Ckckckckckck...
Sayang sungguh, tak lah jadi khatam Kitab Lempap tanpa nyali mempersunting Dara Ngayogyakarta Hadiningrat...
Sayang...
Sungguh sayang...
Seribu kali sayang...
:P
RE: Bertemu Ibu yang baik dan anaknya yang cantik di Yogyakarta