Tuan dan Puan Steemians…
Sebelumnya, mohon diperbanyak maaf. Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapa pun. Tapi hanya sekadar mengajak Tuan dan Puan untuk berpikir dan jika perlu berdiskusi. Tulisan ini ditujukan kepada Tuan dan Puan yang mungkin baru saja bergabung dengan Steemit, bukan kepada para “begawan” yang telah lama bertahan dan berkarya di platform ini.
Sebagai platform terdesentralisasi, kita boleh saja membuat konten lima menit sekali di Steemit. Kita juga bisa membuat 20 postingan perhari. Buktinya, tidak ada halangan ketika kita memposting sebanyak itu. Mungkin jika ingin melahirkan 100 konten pun tidak ada yang bisa melarang.
Namun demikian, sebaiknya kita berpikir logis saja dan tidak perlu terlalu mengikuti “nafsu” sehingga terlalu “boros” dalam melahirkan postingan. Jangan sampai harapan untuk mendapat reward, kemudian kita terjebak dalam sifat “tamak” dan “loba” sehingga menghabiskan energi secara tidak efektif.
Kita sepakat, bahwa hampir seluruh Steemians berharap mendapat reward, jika perlu sebanyak-banyaknya. Harapan ini tentu wajar saja dan tidak aneh. Cuma saja kita tidak perlu terlalu memaksakan diri dan berharap terlalu besar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Usaha memang harus terus dilakukan, tapi “sewajarnya” saja.
Melakukan aktivitas di Steemit sama saja dengan melakoni aktivitas di luar sana. Kita bekerja dan berusaha sewajarnya saja dan tidak perlu terburu-buru. Jangan seperti orang menggoreng ikan, karena ingin cepat masak maka ia pun menyalakan api sebesar-besarnya. Akhirnya apa yang terjadi? Ikannya pun hangus menjadi arang sehingga tak mungkin lagi dimakan. Di Steemit pun demikian, kita membuat sepuluh postingan perhari dengan harapan reputasi menanjak cepat dan wallet segera penuh. Tapi apa yang terjadi? Semua postingan kita menjadi kering kerontang. Akhirnya kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan, sementara energi sudah terkuras habis. Kemudian kita pun terpaksa berhenti.
Memasarkan konten di Steemit sama saja dengan menjual bakso keliling. Seenak apa pun bakso kita, pelanggan hanya mampu membeli satu mangkuk perhari, paling banyak dua mangkuk. Misalnya dia sudah beli satu mangkuk di pagi hari, kemudian menjelang siang kita mengantar satu mangkuk lagi ke rumahnya, mungkin dia bisa beli satu lagi. Kemudian di sore hari kita antar lagi satu mangkuk. Apa mungkin dia membeli lagi? Apa semua uangnya hanya untuk membeli bakso kita? Bukankah dia juga punya kebutuhan lain?
Steemit pun demikian. Jam delapan pagi kita membuat postingan, kemudian teman memberikan upvote. Sepuluh menit kemudian, kita membuat postingan kedua, si teman mungkin saja akan melakukan upvote untuk kedua kali. Dua puluh menit kemudian, postingan kita muncul lagi di beranda. Apakah teman kita harus melakukan upvote ketiga kali, keempat kali, kelima kali, dan seterusnya? Dia memiliki voting power terbatas, sementara temannya di Steemit bukan hanya kita, tapi berpuluh atau mungkin beratus-ratus. Bagaimana ini?
Seperti telah kita singgung di awal, kita melahirkan konten di platform ini sewajarnya saja. Tidak perlu berlari terlalu cepat sebab akan mempercepat jatuh. Jalani saja dengan santai sehingga gairah terus terjaga.
Demikian dulu Tuan dan Puan Seteemians, lain waktu disambung kembali…