PADA kesempatan ini, saya harus sangat sangat berterimakasih pada sabahat saya . Pada akhir bulan Juni lalu, Ia menghubungi saya dan bercerita panjang lebar tentang steemit. Ayi, juga bercerita tentang beberapa teman kami yang telah lebih dulu menulis atau ngeblog di steemit.
Sesungguhnya saya menyesal, karena merasa terlambat mengetahuinya. Padahal sebagai wartawan saya terhubung setiap saat dengan jejaring di dunia maya.
Tapi ibarat kata pepatah, terlambat bukan berarti tak ada. Atau, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Karena kini, saya merasa begitu dekat dengan steemit. Hampir setiap jam, setiap jam saya tak pernah luput untuk mengkasesnya.
Jaringan baru, pertemanan baru, peluang baru, harapan baru, dan banyak hal lain yang tak bisa kita urutkan satu persatu yang akan dan telah kita dapat di komunitas ini.
Sekali lagi, terima kasih untuk , terima kasih untuk
dan terima kasih juga untuk senior
atas semua hal baru di steemit.