Don't Ever Stop
A middle-aged mother sitting in a car driven by her son drove at a moderate pace. On the way, suddenly the sky became dark shrouded in thick black clouds, the wind blowing hard. Several vehicles passing by are pulling over to stop.
**"Should we stop, mom?" Asked the son to his mother
"No, go on...!" Answer the mother.
Because he obeyed his mother's command, the boy Keep continued to drive the car. The wind blew louder and the sky grew darker, finally the rain went down heavily.
Along the way, seen some large vehicles began to pull over and stop. The wind grew stronger to overthrow the trees and blow away some objects. The situation grew tense, the sound of the rumblings of rain mixed with thunderclap thunder and the sound of lightning struck.
The boy began anxiety and anxiety began to blanket.
**"Do we just stop... Mom?" Asked the son.
**"No, Continue driving..." ** replied his mother who kept staring forwards.
By struggling to control his car, the boy continued driving the car because of his mother's orders.
The view of the eye toward the front is blocked by the heavy rain falling down. The road can only be seen within a few meters.
Despite being overwhelmed by her worries, with great caution and slowly the boy keeps his car.
After run the vehicle several kilometers on the way, the winds began to weaken and the rain had already subsided. After run the vehicle the next few kilometers, then they come to a quiet and sunny area.
"Please... now stop and you get out of the car..." orders the mother.
"Now ...? Why mom?" asked the son.
"so you can SEE what if we stop in the middle of a storm". Her mother answered
Finally the boy stops the car and exits, he looks and looks far back. Apparently strong winds and storms are still going on. The son Images against the fate of the people who are still trapped there.
Then, now the son understands that means Never Stop in the middle of a rainstorm because it will undoubtedly be trapped in uncertainty.
Continue run the vehicle through a rainstorm if our position is facing a storm life. Never Stop and do not give up hope because we will be swayed and drowned in a disappointing and distressing situation.
Convince yourself that the stomach will certainly Pass and convince ourselves that we will never stop, we go forward stepping. We believe that Certainty and Success must be ours.
The road to life is full of twists, holes and rocky pebbles.
◎ we need pebbles so we can Be careful.
◎ we need thorn bush so we always Watchful.
◎ we need lots of intersections so we are more Wise in Select.
◎ We need a Way Directions so we have Referrals in achieving the goals and Hope in the future.
◎ we need a lot Problems and difficulties so we can have Strength in the face Challenge.
◎ we need a lot of Sacrifices so we know more about how to work Smart and effective.
◎ we need a lot Shed tears so we better understand and understand to Humble.
◎ we need In contempt so we better understand how to Respect.
◎ we need Smile and Laugh so we better understand how to Be grateful.
◎ we need The Others People so that we know better that We are not alone.
Solve problems with patience, gratitude and smile. Not with complaints, emotional and despair
Keep fighting despite many obstacles ...
If there is no more wall to lean on, then there is still a floor for a place to prostrate.
Jangan Pernah Berhenti
Seorang ibu setengah baya duduk di dalam sebuah mobil dikendarai oleh anaknya melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan, tiba-tiba langit menjadi gelap diselimuti awan hitam yang pekat, angin bertiup kencang. Beberapa kenderaan yang lalu lalang mulai menepi untuk berhenti.
"Apakah sebaiknya kita berhenti saja, bu?" tanya sang anak pada ibunya
"Tidak, teruskan...!" Jawab sang Ibu.
Karena mematuhi perintah ibunya, si anak Tetap meneruskan mengendarai mobil itu. Angin berhembus semakin kencang dan langit semakin gelap, akhirnya hujan pun turun dengan lebat.
Sepanjang perjalanan, terlihat beberapa kenderaan besar mulai menepi dan berhenti. Tiupan angin semakin kuat menumbangkan pepohonan dan menerbangkan beberapa benda. Keadaan semakin mencekam, suara gemuruh hujan bercampur dentuman gelegar guntur dan suara petir menyambar.
Si anak mulai was-was dan perasaan cemas mulai menyelimuti.
"Kita berhenti saja Bu...?" tanya si anak.
"tidak, TERUSKANLAH mengemudi..." jawab ibunya yang terus menatap ke depan.
Dengan bersusah payah mengendalikan mobilnya, si anak Tetap meneruskan mengemudikan mobil karena perintah ibunya.
Pandangan mata ke arah depan terhalang oleh lebatnya air hujan yang jatuh mengguyur. Jalan hanya dapat terlihat dalam jarak beberapa meter saja.
Walaupun dikuasai oleh perasaannya yang penuh dengan kekhawatiran, dengan sangat hati-hati dan perlahan si anak TETAP mengemudikan mobilnya.
Sesudah berjalan melewati beberapa kilometer dalam perjalanan, tiupan angin mulai melemah dan hujan pun sudah mulai reda. Setelah berjalan beberapa kilometer berikutnya, maka mereka Sampai tiba pada daerah yang tenang dan terang yang sinari matahari.
"SILAHKAN, sekarang berhentilah dan kamu keluar dari mobilnya..." perintah sang ibu.
"Sekarang...? Kenapa bu?" tanya si anak.
"supaya kamu BISA MELIHAT bagaimana jika sekiranya kita berhenti di tengah-tengah badai". Jawab ibunya
Akhirnya si anak menghentikan mobil dan keluar, dia memandang dan memperhatikan jauh ke belakang. Ternyata angin kencang dan hujan badai masih masih berlangsung. Si anak Membayangkan terhadap nasib orang-orang yang masih terperangkap disana.
Kemudian, si anak Baru memahami bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah-tengah hujan badai Pasti pasti akan terperangkap di dalam ketidakpastian.
TERUSKANLAH berjalan melewati hujan badai jika posisi kita sedang menghadapi badai kehidupan. JANGAN PERNAH BERHENTI dan jangan putus harapan sebab kita akan terombang ambing dan tenggelam dalam situasi yang mengecewakan dan memprihatinkan.
Meyakinkan diri sendiri bahwa BADAI PASTI BERLALU dan meyakinkan diri bahwa kita tidak akan pernah berhenti, kita terus maju melangkah. Kita meyakini bahwa Kepastian dan Keberhasilan itu pasti menjadi milik kita.
Sarana jalan untuk menjalani hidup ini penuh liku, berlubang dan berbatu kerikil tajam.
◎ kita butuh batu kerikil agar kita bisa Berhati-hati.
◎ kita butuh semak berduri agar kita selalu Waspada.
◎ kita butuh banyak persimpangan agar kita lebih Bijaksana dalam Memilih.
◎ kita butuh Petunjuk Jalan agar kita memiliki Arahan dalam meraih cita-cita dan Harapan di masa yang akan datang.
◎ kita butuh banyak Masalah dan kesulitan agar kita bisa memiliki Kekuatan dalam menghadapi Tantangan.
◎ kita butuh banyak Pengorbanan agar kita lebih mengetahui cara bekerja yang Cerdas dan efektif.
◎ kita butuh banyak Mengeluarkan air mata agar kita lebih memahami dan mengerti untuk Merendahkan hati.
◎ kita butuh Dihina agar kita lebih memahami bagaimana cara untuk Menghargai.
◎ kita butuh Tersenyum dan Tertawa agar kita lebih memahami bagaimana cara untuk Bersyukur.
◎ kita butuh Orang Lain agar kita lebih mengetahui bahwa Kita tidak Sendiri.
Menyelesaikan masalah dengan sabar, bersyukur dan senyuman. Bukan dengan keluh kesah, emosional dan keputus-asaan
Terus berjuang sekalipun banyak rintangan...
Jika tidak ada lagi tembok tempat bersandar, maka masih ada lantai untuk tempat bersujud.