INI merupakan salah satu lomba yang diadakan oleh OSIS Sekolah Sukma Bangsa. Ya, lomba tarik tambang. Kali ini lomba tarik tambang dikhususkan untuk kaum perempuan warga sekolah Sukma.
Setiap kelas yang menjadi peserta lomba tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menunjukkan kekuatan dan ketangguhannya. Penonton pun tak lupa memberikan dukungan pada perwakilan kelasnya. Apalagi yang laki-laki, tak berjarak semester pun dari garis pembatas.
Setiap pelosok Nusantara pasti mengenal dan tahu olahraga tradisional yang satu ini. Namun entah dari mana awalnya, olahraga ini bisa menjadi salah satu cabang olahraga dan populer dengan masyarakat kita.
Baca juga: Irwandi dan Mazhab "Ada Fee"
Konon, sejarahnya tarik tambang diyakini pertama kali ditemukan di Hindia. Dulu, tarik tambang digunakan para rakyat Hindia kuno untuk menumbangkan raja mereka yang dhalim dan sombong.
Raja diajak untuk melawan rakyatnya dengan cara saling menarik pada seutas tali. Akhirnya rakyatlah yang keluar sebagai pemenang.
Untuk itu, guna memperingati kejadian unik tersebut, maka rakyat Hindia pun menjadikan tarik tambang sebagai simbol perlawanan dalam tradisi mereka.
Di Indonesia tarik tambang juga dijadikan sebagai simbol perjuangan terhadap Belanda. Sebab, pada masa penjajahan banyak orang Indonesia yang dipaksa bekerja kasar atau dijadikan kuli dengan menggunakan tambang untuk memindahkan batu, pasir dan berbagai benda berat lainnya.
Karena kurangnya hiburan, terbesit ide dari para penjajah untuk menjadikan tarik tambang sebagai ajang adu kuat antar rakyat yang dijajahnya. Hingga Indonesia merdeka, tarik tambang kemudian dijadikan sebagai sebuah olahraga yang diperlombakan.
Bahkan, tarik tambang sempat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade tepatnya pada Olimpiade 1900 di Paris hingga Olimpiade 1920 di Antwerp. #nyanban