TAK ADA PELAJARAN YANG SULIT
Mula-mula semua guru dites untuk mengetahui tipe kecerdasannya. lalu, kami mengikuti pelatihan dari mulai belajar tentang otak sampai dengan bagaimana cara mengajar yang benar.
Saya belu tau tipe kecerdasan tiap-tiap kelas karena siswa, siswa tidak memerhatikan saya ; mereka seperti tidak pernah menganggap di depan kelas ada seorang guru yang tengah mengajar.
Sebelum mengajar, saya selalu mencuci otak mereka. Saya mengetahui bahwa siswa paling suka dengan musik. Mulai detik itu, saya buat materi pelajaran menjadi sebuah lagu. Ternyata, respons mereka terhadap pelajaran yang saya ajarkan. Mereka mulai memerhatikan saya dan menyukai pelajaran yang saya ajari kepada mereka, bahkan begitu bel ganti pelajaran berbunyi, mereka menjemput saya ke kantor, Ustaz.... ayo ke ruang. sekarang waktunya pelajaran kitab arab (Agama).
Saya bersyukur bisa membuat mereka suka pada pelajaran saya. Karena, semua guru pada saat itu, juga punya keluhan yang sama saat mengajar di kelas mereka. selain semua siswa aktif di ruang kelas yang sempit ikut berpengaruh terhadap proses belajar mengajar dengan pelajaran yang saya ajarkan.
Saya pun senang bercampur heran saat anak-anak mengerjakan ujian, mengerjakan cepat sekali, kira-kira 20-25 menit. dan hasilnya sangat mengesankan. banyak dari mereka yang mendapat nilai 95 dan paling rendah 80. itu karena bantuan dari Allah SWT dan sistem yang kami gunakan yaitu sistem kecerdasan sehingga tidak ada pelajaran yang sulit, semuanya mudah.