Mesjid Raya Baiturrahman yang terletak di provinsi paling barat Indonesia ini, merupakan mesjid kebanggaan masyarakat Aceh. Mesjid bersejarah yang terletak di kota Banda Aceh ini merupakan Mesjid terindah di Asia tenggara.
Mesjid ini juga merupakan salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang paling terkenal di bumi serambi Mekah. Mesjid ini juga banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melihat kemegahan dan menikmati keindahan arsitektur. Mesjid yang di bangun pertama kali pada tahun 1022 H/1612 M pada masa Sultan Iskandar muda. Mesjid ini telah melewati berbagai macam kejadian, dari terbakar saat penyerangan pertama Belanda ke kesultanan Aceh, sampai dengan bencana tsunami pada tahun 2006 silam.
[source](Renovasi Masjid Raya Baiturrahman)
MRB menampung lebih dari 15.000 jamaah.
Upaya renovasi besar- besaran dilakukan oleh Pemerintah Aceh dengan mengelontorkan
Anggaran senilai Rp 458 miliar untuk pembangunanan payung besar, pelebaran halaman, tempat wudhu dan lapangan parkir bawah tanah, tujuannya untuk memperindah, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang yang datang beribadah ke Masjid Raya Baiturrahman.
minaitur payung masjid-raya.
Proyek pelebaran dan peningkatan sarana dana prasarana ibadah di Masjid Raya selesai pada bulan Mei 2017, yang di resmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla
Dengan adanya pelebaran dan peningkatan ini daya tampung masjid dari 7.000 orang jamaah menjadi lebih dari 15.000 orang jamaah.
Selain sebagai sarana peribadatan, Mesjid Raya Baiturrahman ini juga menjadi sentra pengembangan aktivitas keislaman bagi masyarakat Banda Aceh, Umumnya Masyarakat seluruh Aceh.[]
Posted from my blog with SteemPress : https://abughaisan83.com/2018/09/20/mesjid-raya-baiturrahman-banda-aceh-dari-masa-ke-masa/