Apa kabar sahabat steemian's dimanapun anda berada. Semoga anda dalam keadaan sehat walafiat semua. Saya meninggalkan aktivitas di steemit sudah lima hari, nampak ada getar rindu. Ya, itu benar. Namun, kesibukan menghadapi beberapa kesibukan ternyata membuat rindu harus ditahan.
Terlepas dari hal itu, kadang mumgkin juga karena kemahiran menilis saya masih di bawah rerata. Itu juga menghambat menulis praktis dalam hal kesibukan. Dalam kesibukan seolah saya belum bisa menulis. Ketika kupaksa makan akan membuat tulisan yang saya sendiri tak enak hati membacanya.
Ah, sudahlah kita cukupkan membahas tentang kenapa lama tak muncul. Jadi di sela-sela kesibukan yang sangat itu, kusempatkan diri bersama rekan-rekan hanya sekedar untuk menjalin kebersamaan.
Ikan-ikan ini dari Pulau Aceh, "surga" yang terlupakan, begitu sebutan untuk keindahan pulau yang satu ini. Ikan-ikan berwarna merah ini merupakan buah tangan dari salah seorang sahabat, yang pergi menghabiskan masa libur kerja sekaligus menghempar penat karena pekerjaan yang menumpuk telah terselesaikan. Berbekalkan kail yang terbungkus dalam tas kuantarkan dia ke terminal jam.2.00 malam. Lalu dari Bireuen, Banda terus ke Pulau Aceh saat pagi tiba.
Saya dan beberapa teman lainnya tidak bisa ikut karena banyak yang harus ditinggal selain pekerjaan, dan juga tanggung jawab lainnya yng mengharuskan kami berdiam di sini.
Tanpa ada pesan atau meminta di bawakan buah tangan apa-apa dari sana. Ternyata beberapa ikan berwarna merah mengundang kami untuk menyantap ikan habitat terumbu karang ini. Ditengah rintik hujan kami panggang setelah kami santap, kenikmatannya membuat mata kami berat mulai sayu, mungkin ikan ini mengandung lemak yang luar biasa, sehingga membuat kami berpamitan satu persatu karena jam pun telah menunjukkan pukul 3.00 pagi.
Terima kasih aduen atas ikan merahnya.
Bertus mangat.
Posted from my blog with SteemPress : http://jubagarang.epizy.com/wp/2018/10/05/ikan-pulau-aceh-mendarat-di-bireuen/