Bukan tentang seberapa tinggi.
Tapi tentang seberapa aman dan nyaman anda di atas.
Dan seberapa lega ketika anda terjun & berada di bawah.
Dan kebebasan itu adalah ketika anda mampu percaya akan kuatnya tali yang mengikat anda. Dan akhirnya kembali ke habitat sembari melepaskan tali yang mengekang bruek nap (perut bagian bawah), karena kita bukanlah burung yang selalu berada di atas.
Pernahkah kita sadar ketika permainan telah berakhir dan pertamanya anda takut lalu mencobanya kedua kali dan terasa nikmat, apa yang kemudian tersisa, hanya rasa ingin mencoba yang lebih tinggi lagi dan lagi. Karena kenikmatan itu telah terasa dan anda telah mampu menepis kekhawatiran tentang tali yang tidak kuat itu. Walau tanpa sadar anda sesekali dapat saja jatuh dan terjun bebas, ketika para pekerja yang memasang tali jalur terjun, pemasang tali pengaman ke badan anda, dan yang menyambut anda ketika berada di titik akhir lintasan, ya, ketika mereka tidak lagi setia. Atau bisa saja kesilapan mereka. Banyak cara ketika kita akan terjatuh.
Tapi itu adalah pikiran negatif bahkan pesimis tapi yakinlah karena orang pesimislah pelampung kapal ada, payung untuk terjun ada, dan hal lainnya yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi tanpa kita kehendaki.
So, sekali lagi ini bukanlah tentang seberapa tinggi engkau telah berada di atas. Tapi tentang seberapa mamou anda menikmati dan bersyukur.
Selamat terbang, dan rasakan sensasinya.
Regards: JUBAGARANG
Posted from my blog with SteemPress : http://jubagarang.epizy.com/wp/2018/11/07/like-flying/