http://www.ngelmu.id/biografi-ws-rendra
Puisi Rakhmat Margajaya
untuk mengenang wafatnya "si burung merak"
Si Burung Merak kalah telak
Tak mampu mengelak takdir yang mendesak
Ribuan tangis isak
Ribuan anak Adam berdesak-desak
Mengiringi kepergian seniman yang bijak
W. S. Rendra, begitu dikenang namamu
Hingga aku malu karena dulu kena semprot bu guru
Hanya karena aku tak mengenalmu
Siapakah aku?
Tentu engkau tak tahu--hingga tiba ajalmu engkau tak tahu: dan memang tak perlu tahu
Hanya aku dan Tuhan yang tahu
Ada seseorang yang tak pernah kau kenal telah menuliskan dua puisi untukmu
Si Burung Merak kalah telak
Tak mampu mengelak takdir yang mendesak
Kan kukisahkan hal ini pada anak-anak
Namun bukan supaya mereka tak kena semprot bu guru
Sambil bisa mengenangmu, mereka mengenal AKU
Supaya kelak mereka pun bijak
Tak sanggup mengelak takdir yang mendesak
Seperti Si Burung Merak
Posted from my blog with SteemPress : 'http://kubukutubuku.com/2018/08/09/w-s-rendra-yang-terhormat-2/'>