Keindahan alam Dataran Tinggi Gayo seakan tiada habis-habisnya untuk dinikmati, ditulis, dan dibingkai dalam ingatan. Beberapa waktu lalu, saya kembali berkunjung ke Pantan Terong. Tetapi, kali ini saya menikmati keindahan dari lokasi berbeda di kawasan ini.
Lokasi tersebut adalah Agrowisata 1001 Tangga. Sesuai namanya, untuk mencapai puncak bukit ini, kita harus menaiki anak tangga, walau jumlahnya tidak mencapai 1001.
Awalnya saya agak ragu untuk menapaki anak tangga tersebut, sebab angin berhembus kencang yang membawa udara sangat dingin. Dengan ketinggian kawasan ini yang mencapai 1.500 mdpl, angin berhembus leluasa berkecepatan tinggi. Kita pun dapat melihat awan turun perlahan dari langit, menyelimuti bukit-bukit nan hijau.
Gerimis mulai merinai, namun saya tidak mengurungkan niat menapaki anak tangga, untuk tiba di atas, dan memegang tiang bendera merah putih yang dipacak di puncak sana.
Setelah melunasi tiket masuk seharga IDR 5000, saya segera menapaki anak tangga. Angin menderu kencang, yang membuat langkah kita sedikit terhuyung. Kita pun mesti hati-hati menaiki tangga tanah ini, apalagi hujan gerimis seperti ini, yang membuat tangga basah dan licin. Terutama saat menuruni anak tangga nantinya.
Cukup melelahkan juga menaiki anak tangga ini. Selain menanjak hampir tegak lurus, tetapi juga karena tipisnya oksigen di dataran tinggi.
Sesampai di atas, kita dapat menikmati keindahan alam sekitar yang sungguh menggetarkan hati.
Jujur, saya tidak pernah bosan menikmati sekaligus menjelajahi kepingan tanah surga yang terhampar luas di dataran tinggi Gayo.
Posted from my blog with SteemPress : http://pulotravels.com/pesona-alam-di-agrowisata-1001-tangga-takengon/