Hallo stemian, masihkah kau di sana? berwara-wiri tanpa tema. Ya, saya juga dalam beberapa hari ini tidak punya tema untuk saya posting. Hingga saat ketika kanda melayangkan sebuah post yang berjudul "Jangan Lihat Lampoh Ureung Lebih Hijau, bisa kawan-kawan baca dengan klik link tersebut.
Seperti biasa, kami berdua( dan
) memang sering tidak punya tema khusus dalam berposting-ria. Khusus untuk saya pribadi, lantara tidak fokus kepada satu tema menyebabkan postingan saya tidaj konsisten dan terkesal asal jadi, kata orang sih asai asai kana.
Alhamdulillah, setelah saya membaca postingan abangda , dari judulnya mengigatkan saya akan sebuah pesan dari kawan. Saat itu kami sedang sharing masalah "what will i do to change my life", tentu saja kawan saya ini sudah layak jadi tempat bertanya, setidaknya dia selangkah di depan saya dari segala sisi, baik usia, kedewasaan, dan ekonomi.
Dia berujar, "ekonomi itu penting kawan, tetapi menunggu uang datang kemudian kamu berubah olehnya juga tidak benar"Saya tidak kaget, karena sudah biasa memang dia menceramahi saya. Kemudian dilanjutkannya "Sudah berapa tahun kita berusaha, ekonomi tak kunjung datang, apakah kita harus kembali menunggunya untuk kemudian melangkah ke depan"? Time keeps going man..!! Kalau tidak salah bahasa Inggrisnya begitu.
Mungkin, dari sisi umur kamu harus segera menikah, dengan menikah kamu akan dipaksa untuk berkomitmen, nah saat kamu berkomitmen maka Allah tidak buta kawan..! Dia akan akan melihat dan menilai komitmenmu. Walapun begitu, hal lain yang akan menjadi batu sandungan adalah dirimu sendiri, ketika kau memilih calon pendamping, jika kau menggunakan mata kepalamu, maka kecantikan itu tiada habisnya, hari ini cintamu diterima, besoknya gadis lain akan tampak lebih mempesona. Apakah kau sanggup berkomitmen dengan resiko wajib ini?
Saya pun terdiam, sepertinya semua nasehatnya itu benar adanya.
"Begitu juga dengan pernikahan" menunggu pilihan yang tepat tidak akan ada jika kau tidak memilih. Kemudian, di saat kau memilih, yakinlah bahwa semua yang sudah kau pilih tidak akan sebagus yang tetanggamu pilih. Kau akan merasa gadismu kurang A, kurang B, kurang C. Tahu kenapa? "KARENA RUMPUT TETANGGA SELALU NAMPAK LEBIH HIJAU, TETAPI KAU GAGAL MENGERTI BAHWA BUKAN HANYA DIA TETANGGAMU, KAMU JUGA TETANGGA BAGI DIA". Artinya, saat kau melihat rumput tetanggamu yang menurutmu lebih hijau, sama halnya tetanggamu akan melihat rumputmu sebagai rumput tetangganya.
Posted from my blog with : https://rizal-sahabat.000webhostapp.com/2018/09/masing-masing-punya-lampoh-sendiri