Diperlukan empat bulan bagiku untuk secara sadar dan yakin agar segera kembali ke steemit. Aku berusaha keras menumbuhkan semangat untuk menulis lagi di sini. Terutama sebagai pelunasan janji pada seorang rekan kerja yang sempat bertanya bahwa belum tampak semacam radar akan kehadiranku. Yah, aku pernah berjanji padanya akan kembali bulan lalu.
Belakangan ini sering kumerenung di malam hari dan menekan kenangan itu. Kenangan pahit yang membuatku harus pergi sementara waktu dari indahnya samudera steemit. Namun saat ini aku mulai menghidupkan steemit kembali dalam mimpi-mimpiku.
Rasa rindu untuk kembali tertanam begitu kuat, ingin rasanya saling menyapa teman-teman semua. Keinginan untuk membaca beragam macam jenis tulisan dan melihat kreatifitas tanpa batas dari para steemian.
Saat ini aku memang tidak tahu sejauh mana perkembangan steemit. Topik-topik apa yang sedang hangat diperbincangkan, tantangan atau jenis perlombaan apa yang lagi trend. Aku benar-benar tidak mengikuti info apa pun. Terakhir yang kutahu sbd yang sangat melemah dan merosot tajam.
Aku yakin masih banyak yang bertahan di sini. Orang-orang yang bertahan tentu adalah seorang yang sejatinya suka menulis dan menikmati hobi mereka walau apa pun yang terjadi. Tentu ada kepuasan tersendiri bisa menuangkan hasil karya di media yang saling menghargai ini. Demikian juga dengan diriku. Aku mempunyai harapan besar di sini, terutama harapan untuk mengasah kemampuan menulis.
Ketidakhadiranku selama ini bukan karen berniat untuk benar-benar pergi.
Buktinya aku tidak menghapus apa pun kenangan tentang steemit. Grup-grup steemit masih setia menghiasi layar HPku.
Aku pergi bukan karena benci bukan pula karena wallet yang tidak lagi terisi. Sungguh...aku pergi karena suatu persoalan yang tidak mungkin kuceritakan di sini. Persoalan yang membuatku kecewa terhadap keadaan. Perasaan tersudutkan dan sangat tidak nyaman. So, saat itu aku tidak ingin steemit terlibat dalam persoalanku.
Hari ini aku ingin kembali dengan semangat dan harapan baru. Tidak peduli bagaimanapun keadaanku dan steemit saat ini. Tidak peduli seberapa sinis mereka terhadap hobiku ini. Karena aku begitu bahagia dengan menulis. Dunia tulis menulis ini membuatku bisa menjadi diri sendiri karena aku adalah jenis pribadi yang lebih suka menumpahkan apa yang kurasakan lewat tulisan daripada berbicara secara lisan.
Akhir kata...
Aku rindu kamu steemit dan semua tentangmu...
Sumber gambar :
https://www.blockchainstore.xyz/product-page/glossy-coffee-mug-steemit-steem-logo
Posted from my blog with SteemPress : http://sittishabir.com/2018/12/05/aku-rindu-steemit/