Hai sobat semua...
Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai sebuah ekspektasi. Akhir-akhir ini saya jarang berekspektasi terlalu tinggi terhadap hal-hal yang saya inginkan.
Terlalu banyak kekecewaan yang saya peroleh selama perjalanan kehidupan membuat saya sadar bahwa membuat sebuah impian itu tidak perlu terlalu muluk-muluk. Karena di saat keinginan tidak tercapai maka saya tidak tidak terlalu kecewa.
Namun bila melihat sisi lain kehidupan ini, bahwa membuat sebuah impian besar dalam hidup juga suatu keharusan. Dengan kata lain tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha.
Berikut adalah pengalaman saya dalam mengendalikan diri saya bila sedang menghadapi sebuah kenyataan pahit yang tidak sesuai harapan
Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah
Saya mencoba berpikir positif atas segala sesuatu yang menimpa diri saya. Ketika ekspektasi saya tidak sesuai dengan realita, maka saya berusaha untuk menerima kenyataan bahwa inilah yang terbaik yang Allah berikan untuk hidup saya. Dan bila kita mau mengambil pelajaran tentu akan ada hikmah dari setiap peristiwa.
Ketika satu pintu tertutup, banyak pintu lain yang terbuka lebar
Mulailah membuat perencanaan baru, dan semangat baru. Tataplah masa depan dengan penuh semangat. Banyak jalan untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Jangan hanya berdiri pada satu pintu karena mungkin di pintu lainnya kejutan besar sedang menanti.
Bersyukur
Memperbanyak syukur terhadap apa yang sudah diperoleh merupakan salah satu cara untuk mendapat keberkahan dalam hidup. Dengan bersyukur tentu jiwa akan tenang sehingga kehidupan ini akan lebih mudah untuk dinikmati.
Instropeksi Diri
Hal ini penting dicermati ketika kita memperoleh banyak hambatan dalam kehidupan. Bertanya pada diri sendiri bagaimana diri kita selama ini. Apakah ibadah kita selama ini sudah cukup baik atau asal saja, sudah seberapa kuatkah kita berusaha? Hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya.
Belajar dari pengalaman masa lalu dan pengalaman orang lain
Untuk meraih sebuah impian tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Jadikan pengalaman sebagai guru, baik itu pengalaman dari diri sendiri maupun dari orang lain. Hindari terjerumus kembali terhadap hal-hal yang membuat gagal. Rajin bertanya dan mengaplikasikan pengalaman dari orang lain bila itu baik menurut kita.
Jangan takut mencoba hal-hal baru
Jangan pernah takut untuk belajar dan mencoba hal-hal baru dalam hidup ini selama itu tidak melenceng dari norma agama dan kehidupan. Dengan membuka diri dengan segala sesuatu yang baru tentu akan menumbuhkan semangat kembali untuk bangkit dari kegagalan.
Demikian gambaran secara umum yang saya tanamkan dalam diri ini bila memperoleh suatu kegagalan maupun kepahitan dalam hidup. Dan saya meyakinkan diri sendiri bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Tidak perlu menyalahi diri sendiri atau nasib, yang perlu ada adalah kemampuan untuk memperbaiki kesalahan.
Selalu berbaik sangka kepada Allah bahwa ketika dia memberikan kita rasa kecewa dalam menjalani kehidupan, itu sebagai pertanda Allah masih sayang terhadap kita. Tentu Dia sudah merencanakan sesuatu yang lebih baik dalam hidup kita. Yah, Allah adalah sebaik-baiknya perencana.
Wassalam,
Posted from my blog with SteemPress : http://sittishabir.com/2018/07/21/ketika-ekspektasi-tidak-sesuai-kenyataan/