Mengapa menjadi penasehat mudah? Karena dengan teori semua orang bisa berbicara dan memberi nasehat.
Menjadi penasehat di sini yang aku maksud adalah seperti ketika seorang teman minta pendapatmu tentang baju apa yang bagus untuk bentuk tubuhnya yang gemuk atau kurus. Kamu bisa menjabarkan fashion dan styles yang kiranya cocok untuk mereka. Tapi ketika diri sendiri ingin ada acara pasti bingung pilih baju yang sesuai dan berpikir sudah tidak ada baju lagi atau tak punya.
Menasehati dalam hal hubungan, keluarga, pilihan, karir, persahabatan, keuangan dalam pertemanan. Ketika temanmu bercerita tentang hal yang dialami sampai menguras air mata. Kita pasti bisa dengan mudah memberi semangat. Sabar, istighfar dan lainnya.
Memberi jawaban dengan pilihan, masukan agar begini dan begitu. Setiap dari kita bisa jadi penasehat. Semudah membalikan telapak tangan. Tapi ketika musibah atau masalah ganti menimpa kita, maka kita tahu bahwa praktek tak semudah teori. Apapun itu!
Tapi, Teman. Jika kita tidak mencoba belajar dengan memberi masukan, nasehat, atau informasi ke orang yang membutuhkan maka kita tidak bisa belajar. Sebenarnya ketika kita menasehati orang lain pada saat itu juga kita menasehati diri sendiri. Imbal balik itu ada tanpa kita meminta. Seperti bercocok tanam. Apa yang kita tanam itulah yang kita panen.
Memang mudah memberi tahu tentang baik buruknya suatu hal pada orang lain. Sebab kita dalam keadaan lapang secara pikiran untuk berpikir dan mengambil keputusan. Tapi bagi seorang yang mengalaminya dia merasa seolah berat sekali beban yang ditanggung.
Walau begitu jangan menyerah untuk berbagi kebaikan. Sebisa mungkin ketika dimintai pendapat kita membantunya. Dan saat kita kebagian keadaan memusingkan itu kita bisa mengambil nasehat yang kita berikan pada orang lain.
Teori memang mudah. Praktek memang susah. Tapi bukan berarti tidak bisa!
Salam aksara senja dari Formosa
Posted from my blog with SteemPress : http://ucizahra.epizy.com/2018/10/22/menjadi-penasehat-semudah-membalikan-tangan/