"Kau tau, aku selalu merindukan mu. Ada nada cerewet, bunggah dan terkadang agak... Bagaimana aku mengatakannya...." Teriakku manyun menatap profil whatsapp.
"Hai... Kenapa kau salahkan aku?" Photo itu membalas. Matanya jernih dan bundar, dengan alis tertata rapi balas membelalak. Aku mendengus. Kesal....
"Kau tau, aku sudah punya seseorang. Si B-U-L-U. Ahh... Kau kalah jauh dibanding dirinya...," Kemudian suara terkikik bahagia, mengiang, mendentam di dalam rongga kepalaku.
Aku semakin kesal. Lansung telunjukku, menoyor ke arah layar. "Kau rasa....hmmm... Rasa...," Seolah aku sedang menyiksa kepala gadis bertopi dengan gigi rapi bersembunyi dibalik bibir manis, menghias layar 4.7 inch.
"Gila..." Ia memekik, merapikan poninya sambil mengatur bingkai kacamatanya. Di tepisnya ujung jari ku, kini ia balas mendengus.
"Kusumpah, agar keluar ingus dari hidung pesekmu..."
"Ih... Ngaku cinta, tapi kita disumpah-sumpah...," gerutunya sambil mengeluarkan ujung lidah, "week...weeek...".
Aku geram. Sejuta emosi, tidak -- berjuta dendam berkecamuk... Langsung, kubuka mulutku lebar-lebar. "Rasakan gigitan tetanussss.... " Gigi besar, kecoklatan dengan plak nikotin yang telah menahun menggigit. "Krak.... Krak...".
Aku tergugu kaget. Menatap lemas, air liur menetes di sekujur smartphone. Gara-gara kamu, hape ku rusak...
Damn... 550.000 ribu melayang. Itu gara-gara kamu...
#idea
https://keepo.me/aritnowid/ini-loh-alasan-kenapa-hp-mu-selalu-jatuh-dengan-posisi-layar-menghadap-bawah