Menjelang berbuka, seorang kawan menghubungi lewat pesan WA (WhatsApp). "Nanti malam ngopi di Solprem ya," tulisnya.
Solprem atau Solong Premium, sebuah warung kopi di Beurawe yang biasa menjadi mangkal kami pagi hari, di luar bulan Ramadan.
Aku menolak untuk ke sana, karena sebelumnya telah mengajak ke Leuser Coffee, warung di kawasan Jalan P. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh. Hamid malah tertarik untuk ke bergabung bersama.
Aku dan Hamid tarawih di tempat yang sama, Masjid Ulee Kareng. Setelahnya kami meluncur ke lokasi, lalu bergabung Alfian, , Bulqaini dan sejumlah kawan lainnya.
Ada yang menggembirakan, ternyata Bulqaini baru saja punya akun di steemit, . "Baru seminggu bang," katanya menunjukkan. Akunnya kosong postingan, kusarankan untuk membuat perkenalan diri.
Kembali ke meja kopi. Kami bicara banyak, soal steemit sudah pasti. Di luar itu membahas politik, lingkungan sampai bisnis ternak sapi yang kian sukses. Steemian yang satu ini memang jago bisnis, sekaligus pejabat pemerintah yang sukses.
[Suasana warung Leuser Coffee]
Warung kopi selalu ramai saban malam Ramadan di kota kami. Seharian berpuasa membuat yang terbiasa pasti tak tahan tanpa kopi. Lalu melepas dahaga di kedai-kedai, uniknya sebagian bisa bertahan sampai sahur.
Ramai tentu usai tarawih, jangan harap menemukan warung buka sebelumnya di wilayah yang menjalankan aturan syariat Islam. Amaran pemerintah tegas melarang warung buka saat isya dan tarawih. Kalau siang, sudah jelas tertutup rapat.
Keramaian ditemui hampir pada semua warung kopi yang berjamur di kota tua itu. Terlihat di sepanjang Jalan Nyak Makam, Simpang Surabaya, sepanjang Jalan Batoh, Keutapang, Jeulingke, Beurawe, kawasan Pango dan Ulee Kareng. Karena itu juga Banda Aceh dijuluki negeri 1001 warung kopi.
Ragam motivasi warga berkumpul menikmati kopi dan makanan ringan lainnya. Alfian misalnya, selain ngopi juga diskusi soal pekerjaan yang sedang ditanganinya dengan mitra. "Kita tak bisa ngumpul siang sambil minum, jadi ngumpulnya malam," kata Alfian.
Apa pun, yang jelas warung-warung di kota kami selalu ramai saban malam Ramadan, usai ibadah tarawih. Bagaimana kisah di kota anda?