Pentolan band Nirvana, Kurt Cobain, sangat membenci dirinya saat menjadi terkenal. Ia menyesal menjadi rock star yang memiliki banyak fans. Sangat memikirkan kritik dan rumor publik. Seolah-olah tidak punya kuasa atas dirinya sendiri. “Nothings gonna save me (Tidak ada yang bisa menyelamatkanku),” tulisnya. Dan, “The jokes on you, so kill your self (Kamu dipermainkan, jadi bunuh dirilah).” Saat syuting Nirvana di MTV Unplagged, ia meminta orang-orang yang dikenalnya duduk di depan untuk bisa tampil maksimal, sebab “saya membenci orang asing”. Padahal orang-orang asing inilah yang membeli tiket konser dan kasetnya.
Di album terakhirnya In Utero ia menulis dua judul lagu yang sangat menyentuh: “I Hate My Self” dan “I Want to Die”. Lalu ia menulis, di buku catatan, “The finest day I’ve ever had was when tomorrow never come (Hari terbaik yang kumiliki adalah ketika hari esok tidak datang).” Setelah mencoba bunuh diri akhirnya di usaha kedua ia berhasil. Wafat dalam kondisi terkenal di usia 27 tahun. Meninggalkan istri dan seorang putri.
Tidak semua, termasuk anggota keluarga, dari mereka yang memiliki jabatan dan terkenal bisa bahagia secara fisik dan mental. Pengangguran? Barangkali ia bisa berbahagia di dalam pikiran. Bukan?
berbahagialah anda yang saat ini menjadi pengangguran, dan yg paling terpenting adlah masih tetap berpengahasilan walaupun bukan penghasilan tetap.