Image source
What if coffee from the highest volcano in Indonesia (Kerinci, 3805 mdpl) meets with coffee from the second highest volcano in Indonesia (Rinjani, 3726 mdpl)? Or coffee from the western tip of Indonesia (Gayo-Aceh) meet with coffee from the easternmost region of the country (Wamena-Papua)? It is certain that many interesting stories are born.
Bagaimana jika kopi dari Gunung berapi tertinggi di Indonesia (Kerinci, 3805 mdpl) bertemu dengan kopi dari gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia (Rinjani, 3726 mdpl)? Atau kopi dari ujung Barat Indonesia (Gayo-Aceh) bertemu dengan kopi dari daerah paling timur di negeri ini (Wamena-Papua)? Sudah pasti akan banyak sekali cerita menarik yang lahir.
Image source
For coffee, especially the Arabica type is an extra-ordinary plant, which only grows well in special places. It absorbs every piece of humus, the essence of the soil, as well as the culture, habits of society, where it grows. Therefore every coffee has a very unique taste in accordance with the karekter of each area where it grows. that is hunted by the lover, the uniqueness of taste, aroma and sensation. Like Coffee Wamena for example, which grows in the interior of Papua, at the foot of Mount Jayawijaya where the Dani tribe to maintain the balance of nature. Or Rinjani, Tambora, Toba (mandailaing) that ever erupted that terrible. Of course many stories are scattered there.
Sebab kopi, terutama berjenis Arabica adalah extra-ordinary plant, yang hanya tumbuh dengan baik ditempat-tempat khusus. Ia menyerap setiap kepingan humus, saripati tanah, juga budaya, kebiasaan masyarakat, tempat ia tumbuh. Karena itu setiap kopi memiliki rasa yang sangat unik sesuai dengan karekter masing-masing daerah tempat tumbuhnya. itulah yang diburu oleh para pecintanya, keunikan rasa, aroma dan sensasinya. Seperti Kopi Wamena misalnya, yang tumbuh di pedalaman Papua, dikaki Gunung Jayawijaya tempat Suku Dani bertahta menjaga keseimbangan alamnya. Atau Rinjani, Tambora, Toba (mandailaing) yang pernah meletus dasyat itu. Tentu banyak kisah yang bertebaran disana.
Image source
Yes, Faced with coffee we will be explorers without having to visit those distant places. The smell and taste of coffee has always been a melody of its own. Hatta, even though you have never once visited these unique places, the coffee will still tell you about many interesting things about space and time that transcend real thoughts.
Ya, Berhadapan dengan kopi kita akan menjadi penjelajah tanpa harus mengunjungi tempat-tempat yang jauh itu. Aroma dan rasa kopi selalu menjadi melodi tersendiri. Hatta, meskipun anda belum pernah sekalipun mengunjungi tempat-tempat yang unik tersebut, kopi itu akan tetap bercerita tentang banyak hal menarik tentang ruang dan waktu yang melampaui pikiran-pikiran nyata.
Image source
And Repvblik Syruput, is one of the places to meet all the coffees of the different cultures. Gayo, Mandailing, Kerinci, Toraja, Enrekang, Manglayang, Temanggung, Ijen, Arjuna, Rinjani, Tambora, Toraja, Bajawa, Wamena ... Even from Himalayas and some African countries like Ethiopia, Kenya, Zulu-South Africa etc. Not only coffee, in REPVBLIK SYRUPUT, any beauty born from the breath of culture will be celebrated in various arts performances and turned on in various discussions to be more animate. Literature, Music, Dance, Art, Movies.
Dan Repvblik Syruput, adalah salah satu tempat bertemunya segala kopi dari berbagai kebudayaan itu. Gayo, Mandailing, Kerinci, Toraja, Enrekang, Manglayang, Temanggung, Ijen, Arjuna, Rinjani, Tambora, Toraja, Bajawa, Wamena…Bahkan dari Himalaya dan beberapa negara di Afrika seperti Ethiopia, Kenya, Zulu-Afrika Selatan dll. Tak hanya kopi, di REPVBLIK SYRUPUT, setiap keindahan yang lahir dari nafas kebudayaan akan dirayakan dlm berbagai pentas kesenian serta dihidupkan dalam berbagai diskusi agar lebih bernyawa. Sastra, Musik, Tari, Senirupa, Film.
Image source